12 Negara Arab Desak Iran Hentikan Serangan, Kecam Kebijakan Ekspansionis Israel

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 12 negara Arab dan Muslim mengumumkan pernyataan bersama, mendesak Iran untuk menghentingan serangan terhadap kawasan mereka. Seluruh negara tersebut menilai serangan-serangan tersebut telah mengancam stabilitas regional. 

Ini adalah hasil pertemuan yang dihadiri para menteri luar negeri dari Azerbaijan, Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Turki serta Uni Emirat Arab.

Mereka mengecam serangan Iran yang menyasar kawasan permukiman serta infrastruktur sipil, seperti fasilitas minyak, instalasi desalinasi, bandara, bangunan tempat tinggal, hingga gedung diplomatik. Serangan, menurut mereka, tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun.

"Para menteri juga menekankan hak negara untuk membela diri sesuai dengan Pasal (51) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” dikutip dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Turki, Jumat (20/3). 

Para menteri turut mendesak Iran untuk mematuhi hukum internasional serta hukum kemanusiaan internasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredakan eskalasi, menjaga stabilitas kawasan serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Selain itu, mereka menekankan hubungan dengan Iran ke depan bergantung pada komitmen Teheran dalam menghormati kedaulatan negara lain, tidak mencampuri urusan dalam negeri, serta tidak menggunakan kekuatan militernya untuk mengancam negara-negara di kawasan.

Negara-negara tersebut juga meminta Iran mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 Tahun 2026 yang menyerukan penghentian segera seluruh serangan serta tindakan provokatif terhadap negara tetangga. Iran juga diminta menghentikan dukungan terhadap kelompok milisi di negara-negara Arab, termasuk pendanaan dan persenjataan.

Lebih lanjut, Iran diminta untuk tidak mengganggu jalur pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab yang merupakan rute vital perdagangan global.

Turut Mengecam Serangan Israel di Lebanon

Dalam pernyataan yang sama, para menteri juga menegaskan dukungan terhadap stabilitas dan kedaulatan Lebanon, termasuk penguatan kontrol negara atas seluruh wilayahnya. Mereka turut mengecam tindakan Israel di Lebanon serta kebijakan ekspansionisnya di kawasan.

Pertemuan tersebut dilakukan menyusul eskalasi konflik yang terjadi antara Iran dan Israel-Amerika Serikat. Sebelumnya, Israel menyerang ladang gas South Pars milik Iran. Hal tersebut memicu serangan balasan Iran terhadap infrastruktur energi di Qatar dan Arab Saudi, termasuk kawasan industri Ras Laffan di Doha, fasilitas produksi LNG terbesar di dunia.

Seiring dengan serangan itu, harga minyak melonjak setelah serangan tersebut, dengan minyak mentah Brent naik menjadi US$ 114,08 per barel dan minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate meningkat menjadi US$ 97,41 per barel.

Presiden Donald Trump mengatakan Israel akan menghentikan serangan lanjutan terhadap ladang gas South Pars milik Iran, kecuali Teheran meningkatkan eskalasi. Ia juga memperingatkan Amerika Serikat dapat merespons dengan kekuatan besar jika fasilitas LNG Qatar kembali menjadi sasaran.

“Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan Israel, akan menghancurkan seluruh Ladang Gas South Pars dengan kekuatan dan daya yang belum pernah dilihat atau disaksikan Iran sebelumnya,” tulis Trump dalam platform Truth Social.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Minta Usut Dalang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus yang Menyeret Anggota BAIS TNI
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Jasa Marga Catat 1,4 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek, Mayoritas Mudik ke Jawa dan Bandung
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Shalat Id di Istiqlal, Jemaah Diimbau Datang Lebih Awal
• 3 jam lalukompas.com
thumb
TERPOPULER: Ustaz Solmed Ngaku Sudah Tahu Pelaku Penyebar Fitnah, Alasan Denada Pertahankan Kehamilan Ressa
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Kosta Rika Putus Hubungan dengan Kuba, Perintahkan Penutupan Kedutaan di Havana
• 6 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.