FAJAR, WASHINGTON—Sebuah pesawat tempur siluman F-35 AS terkena tembakan yang diduga dari Iran dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara Amerika di Timur Tengah.
“Pesawat mendarat dengan selamat, dan pilot dalam kondisi stabil,” kata Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, dalam sebuah pernyataan, tanpa mengkonfirmasi laporan dari media termasuk ABC dan CNN.
“Insiden ini sedang diselidiki,” tambah Hawkins dikutip dari TRT World.
Harga jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat bervariasi tergantung varian dan kontrak, dengan estimasi per unit (2024-2025) berkisar antara USD 80 juta hingga lebih dari USD 100 juta (sekitar Rp1,3 triliun-Rp1,6 triliun), belum termasuk senjata dan pelatihan.
Amerika Serikat telah kehilangan beberapa pesawat selama konflik tersebut — termasuk tiga F-15 yang secara keliru ditembak jatuh oleh pasukan Kuwait, dan sebuah pesawat pengisian bahan bakar KC-135 yang jatuh di Irak — tetapi tidak ada yang diketahui terkena tembakan Iran.
Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran setelah peningkatan besar-besaran kekuatan militer AS — termasuk F-35 — di wilayah tersebut.
Tiga belas anggota militer AS telah tewas sejak dimulainya serangan pada 28 Februari: enam dalam kecelakaan KC-135 dan tujuh dalam serangan Iran di awal perang.
Sekitar 200 personel militer AS juga telah terluka di tujuh negara di Timur Tengah sejak dimulainya perang, sebagian besar di antaranya telah kembali bertugas, menurut militer AS. (amr)





