FIFA Hukum Israel, tapi Tolak Permintaan Palestina Coret Keanggotaannya

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara selama pertemuan Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Institut Perdamaian AS, Kamis, 19 Februari 2026, di Washington. (Sumber: AP Photo/Mark Schiefelbein)

GENEVA, KOMPAS.TV - Federation Internationale de Football Association (FIFA) menjatuhkan denda kepada Federasi Sepak Bola Israel (IFA) sebesar 150.000 franc Swiss atau sekitar 190.000 dolar AS atas pelanggaran regulasi anti-diskriminasi, Kamis (19/3/2026).

Denda dijatuhkan setelah tiga hakim FIFA menyatakan IFA bersalah atas "diskriminasi dan pelecehan rasial," "perilaku ofensif," serta pelanggaran prinsip fair play, khususnya terkait perilaku suporter klub Beitar Jerusalem dan pengecualian sistematis warga Palestina dari infrastruktur sepak bola di permukiman Israel.

Namun di saat yang sama, FIFA menolak permintaan Federasi Sepak Bola Palestina untuk mencabut keanggotaan Israel dari organisasi sepak bola dunia itu.

Keputusan tersebut diumumkan usai pertemuan dewan pimpinan FIFA yang diketuai Presiden Gianni Infantino.

"Perilaku IFA yang gagal mengambil tindakan berarti terhadap Beitar Jerusalem FC, klub yang pendukungnya terlibat dalam perilaku rasis yang persisten dan terdokumentasi dengan baik, merupakan pelanggaran nyata," kata panel disiplin FIFA dilansir dari AP, Jumat (20/3/2026).

Baca Juga: Iran Tegaskan Tidak Mundur dari Piala Dunia 2026, tapi Boikot AS sebagai Tuan Rumah

Satu pertiga dari total denda wajib digunakan IFA untuk menyusun rencana komprehensif pencegahan diskriminasi, mencakup reformasi, protokol, pemantauan, dan kampanye edukasi di stadion selama satu musim penuh. Rencana tersebut harus mendapat persetujuan FIFA terlebih dahulu.

Adapun penolakan atas permintaan Palestina didasarkan pada rekomendasi panel tata kelola FIFA.

Federasi Palestina selama lebih dari 15 tahun mendesak FIFA bertindak terhadap Israel karena mengizinkan klub dari permukiman di Tepi Barat bermain di liga nasional, jauh sebelum masa kepresidenan Infantino.

"FIFA tidak perlu mengambil tindakan mengingat status hukum final Tepi Barat tetap menjadi masalah yang belum terselesaikan dan sangat kompleks dalam hukum internasional publik," demikian pernyataan FIFA.

Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • FIFA
  • Federasi Sepak Bola Israel
  • Palestina
  • diskriminasi sepak bola
  • Piala Dunia 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Esensi Ramadan, Zakat, dan Idul Fitri di Era AI
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Denada Tak Paksa Diakui Sebagai Ibu Setelah Bertemu Ressa
• 9 menit laluviva.co.id
thumb
Ribuan Jemaah Muhammadiyah Salat Id di Lapangan Lodaya Bandung 
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Baju Lebaran sederhana, simbol harapan Warga Aceh Timur pascabanjir
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H pada 21 Maret 2026
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.