Ribuan Jemaah Muhammadiyah Salat Id di Lapangan Lodaya Bandung 

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Sebanyak 5.000-an jemaah Muhammadiyah melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Jumat (20/3/2026). 

Salat Id dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Hilman Latif yang merupakan Bendahara Umum Muhammadiyah Pimpinan Pusat.

BACA JUGA: Arab Saudi Sudah Berhari Raya Idulfitri, Ini Jadwal Salat Id di 2 Kota Suci

Pantauan JPNN, warga berbondong-bondong datang ke Lapangan Lodaya sejak pukul 05.30 WIB. 

Adapun salat dimulai pukul 06.30 WIB di lapangan besar, dengan alas tikar atau koran yang dibawa sendiri oleh jemaah.

BACA JUGA: 56 Masjid Muhammadiyah di Kota Bandung Siap Gelar Salat Id Besok

Manager Regional Lazis Jabar Sandi Sonjaya mengatakan, Masjid Raya Mujahidin setiap tahun tahun rutin menyelenggarakan Salat Id di Lapangan Lodaya.

Jemaah yang hadir pun datang dari berbagai daerah di Bandung Raya.

BACA JUGA: Salat Id di Balai Kota Semarang Tunggu Sidang Isbat, Ini Susunan Acaranya

"Masjid Mujahidin melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Lodaya dan sebagaimana diperkirakan bahwa perbedaan hari raya menjadikan masyarakat berbondong-bondong datang ke lokasi ini untuk melaksanakan salat Id di hari Jumat, 20 Maret 2026," kata Sandi saat ditemui seusai salat Id.

"Jemaah yang tadi ada yang dari Lembang, Cimahi juga ada yang memaksakan datang ke sini, tetapi mayoritas masyarakat Muhammadiyah di sekitar Lapangan Lodaya," lanjutnya.

Menurut Sandi, tahun ini Muhammadiyah melaksanakan Salat Id berbeda dengan pemerintah. 

Namun begitu, pihaknya meminta untuk menghargai perbedaan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Antarumat Islam harus menjunjung tinggi toleransi dan mengambil hikmah dari perbedaan ini.

"Perbedaan ini tentu ada banyak hikmah. Pertama, bagaimana kita bisa melaksanakan konsep toleransi di antara umat Islam itu sendiri," tuturnya.

Menurutnya, penentuan 1 Syawal yang dianut Muhammadiyah dengan organisasi Islam lainnya hanya berkaitan dengan cara penggunaan metode rukyatulhilal.

"Kedua, berkaitan dengan semakin berkembangnya sains dan teknologi, ini memungkinkan orang untuk bisa berpendapat dan menyampaikan pandangannya bahwa perbedaan itu bukan sesuatu yang jelek, tetapi justru merupakan rahmat bagi kita semua," pungkasnya. (mcr27/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Capai 14.293 Orang, Penumpang H-3 Lebaran Turun 40 Persen
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Arus Mudik di Tol Cipali Capai 100 Ribu Kendaraan
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
One Way Nasional Berakhir, Rest Area di Jalur B Tol Cipali Disterilisasi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pesawat Siluman F-35 AS yang Berharga Rp1,6 Triliun Kena Tembak Iran dalam Misi Tempur
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Gara-gara Emil Audero, Media Italia Sebut Kiper Timnas Indonesia Sebagai Penyebab Cremonese Tumbang
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.