Tahun Baru Nowruz di Bawah Bayang-Bayang Perang

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Teheran

Warga Iran Rayakan Musim Semi di Tengah Gempuran Rudal dan Krisis Kemanusiaan

Di hari-hari menjelang festival Nowruz yang jatuh hari ini Bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 20 Maret 2026, biasanya jalanan di Iran dipenuhi dengan keriuhan warga yang bersiap menyambut pergantian tahun. 

Namun, tahun ini, aroma musim semi tertutup oleh debu reruntuhan dan kecemasan akan serangan udara.

Bagi warga Iran, Nowruz yang berarti "hari baru" adalah simbol kelahiran kembali alam dan warisan budaya yang telah berusia lebih dari 3.000 tahun. 

Perayaan yang jatuh pada 20 Maret ini menandai ekuinoks musim semi, sebuah momen yang biasanya dirayakan dengan pembersihan rumah (khaneh-tekani) dan belanja pakaian baru.

Namun, kegembiraan itu sirna bagi Mina, seorang wanita berusia 50-an yang mengungsi ke Damavand, timur laut Teheran. 

"Tahun ini? Setiap hari terasa begitu lama. Saya kehilangan jejak waktu," ujarnya sambil menahan tangis.

Tradisi yang Terkikis Konflik

Untuk pertama kalinya sejak perang dengan Irak pada dekade 1980-an, warga Iran harus merayakan Nowruz di tengah konflik bersenjata yang aktif. 

Sejak akhir Februari, wilayah Iran menjadi sasaran pemboman dalam rangkaian serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Data dari kelompok Hak Asasi Manusia di Iran menyebutkan sedikitnya 3.114 orang tewas, termasuk 1.354 warga sipil di mana 207 di antaranya adalah anak-anak. Eskalasi ini telah mengubah wajah Teheran dan kota-kota sekitarnya menjadi medan tempur yang mencekam.

Amir, putra Mina, mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari hancurnya infrastruktur negara. 

"Orang-orang kehilangan pekerjaan karena perang. Pada tingkat ini, mungkin tidak akan banyak yang tersisa dari Iran. Saya tidak ingin ini menjadi Nowruz terakhir kami," tuturnya dengan nada getir.

Antara Ketakutan dan Keteguhan

Meskipun ancaman serangan udara membayangi, sebagian warga tetap berupaya menjaga tradisi. Di pasar-pasar Teheran yang biasanya sesak, suasana kini jauh lebih tenang, namun detak kehidupan belum sepenuhnya berhenti.

Parmis, seorang wanita muda di Teheran, menceritakan pengalamannya saat berada di salon kecantikan pada 17 Maret lalu. 

"Saya berada di salon ketika ledakan keras terdengar, dan tidak ada seorang pun yang bergeming," katanya kepada BBC News. Baginya, melanjutkan persiapan Nowruz adalah bentuk keteguhan di tengah kekacauan.

Hal senada diungkapkan Maryam, warga lainnya yang tetap berupaya menyusun meja Haft Sin simbol utama Nowruz yang terdiri dari tujuh benda bermakna filosofis. "Ini adalah tradisi setahun sekali, dan kami harus merayakannya," tegasnya.

Perpecahan Pandangan di Tengah Krisis

Di sisi lain, konflik ini juga menyingkap polarisasi politik yang mendalam di dalam negeri. Beberapa warga, seperti Ramtin (30), merasa perayaan Nowruz kehilangan maknanya di bawah kepemimpinan saat ini.

"Apa gunanya Nowruz? Selama Republik Islam tetap berkuasa, kita harus hidup dengan kesulitan tanpa akhir," ujarnya kepada koresponden. Kian, warga Teheran lainnya, menambahkan bahwa beberapa orang bahkan lebih memilih kehancuran total asalkan terjadi perubahan politik yang mendasar.

Kini, saat musim dingin mulai surut dan bunga-bunga musim semi seharusnya bermekaran, harapan yang biasanya dipanjatkan untuk kesehatan dan kebahagiaan di tahun baru terasa jauh panggang dari api.

"Beberapa toko memang buka," pungkas Shirin, seorang wanita muda di Teheran, "tetapi Anda tidak bisa lagi mencium aroma Nowruz di udara."

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disdik Makassar Bagikan 5 Ide Kegiatan Bermanfaat untuk Isi Libur Lebaran
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Badai Cedera Real Madrid: Thibaut Courtois Bakal Lewatkan Derby Madrid dan Perempat Final Liga Champions
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Airport Lounge Jadi Tempat Asuransi Gaet Nasabah Premium
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Arus Mudik Udara Ramai, Soetta Layani 5.825 Penerbangan dan 873 Ribu Penumpang
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Masjid Negara IKN Siap Gelar Shalat Idul Fitri Perdana 2026, Masyarakat Diundang Hadir Bersama
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.