EtIndonesia. Setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang fasilitas utama gas alam Iran, Iran dengan cepat mengarahkan aksi balasannya ke infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia.
Perusahaan energi Qatar mengonfirmasi bahwa Kota Industri Ras Laffan (Ras Laffan Industrial City / RLIC) diserang rudal pada malam hari dan mengalami kerusakan besar. Namun, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa setelah serangan terjadi, tim darurat segera dikerahkan untuk memadamkan api, dan seluruh personel di lokasi telah berhasil dihitung keberadaannya.
Kota Industri Ras Laffan terletak sekitar 80 km timur laut ibu kota Qatar, Doha. Kawasan ini merupakan basis produksi gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, dengan pasokan sekitar 20% dari total pasar LNG global, sehingga memiliki peran penting bagi pasokan energi di Asia dan Eropa.
Serangan ini memicu kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah kini mulai secara langsung mengancam jalur utama energi global.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel baru saja menyerang ladang gas alam South Pars (Pars Selatan) milik Iran beserta fasilitas terkait. South Pars merupakan ladang gas terbesar di dunia yang dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar.
Iran kemudian mengeluarkan pernyataan keras, menyebut bahwa “persamaan perang telah memasuki tahap baru”, dan bahwa fokus konflik telah berubah dari bentrokan terbatas menjadi “perang ekonomi menyeluruh”. Iran juga secara terbuka menyebut fasilitas energi di beberapa negara Teluk sebagai target, serta memperingatkan akan melakukan pembalasan besar-besaran.
Analisis dari Wall Street Journal menyebut bahwa meningkatnya serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas di kawasan Teluk Persia menunjukkan bahwa konflik antara AS-Israel dan Iran telah memasuki tahap yang lebih berbahaya, serta berpotensi meningkatkan risiko global di sektor energi.
Dipicu oleh situasi ini, pada Rabu malam (18 Maret), harga minyak internasional sempat melonjak menembus 110 dolar AS per barel. (HuI)
Sumber : NTDTV.com





