Lonjakan Harga Minyak, Pemerintah Perkuat APBN Lewat Sektor Batu Bara

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan pemerintah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga penerimaan negara menyusul kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik. Salah satu fokus utama adalah mendorong peningkatan produksi batu bara sebagai penopang pendapatan.

Usai menghadiri rapat di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (19/3/2026), Airlangga menyampaikan bahwa Presiden meminta adanya penyesuaian kebijakan guna mengoptimalkan potensi pendapatan dari sektor energi dan sumber daya mineral.

“Presiden meminta agar volume produksi batu bara ditingkatkan sebagai respons atas naiknya harga minyak dan komoditas lainnya. Pemerintah juga sedang mengkaji ulang penerapan pajak ekspor batu bara untuk mendukung pendapatan negara,” ujar Airlangga dalam keterangan yang dikutip, Jumat, 20 Maret 2026.

Airlangga menjelaskan, peningkatan produksi ini diharapkan memberikan windfall profit yang dapat memperkuat APBN. Pemerintah juga melakukan penyesuaian pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) guna memungkinkan percepatan produksi.

Selain mengandalkan komoditas batu bara, pemerintah menyiapkan langkah pengendalian belanja agar defisit APBN tetap terjaga di bawah tiga persen, termasuk efisiensi belanja pada kementerian dan lembaga.

Di sektor ketenagalistrikan, pemerintah mempercepat program konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke energi yang lebih murah dan ramah lingkungan, seperti tenaga surya. Arah kebijakan ini ditujukan untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak yang harganya terus meningkat.

“Presiden mengarahkan agar konversi PLTD segera dipercepat dan dihitung ulang kebutuhan teknisnya. PLN mendapat tugas untuk menangani pembangkit diesel tersebut,” jelas Airlangga.

Pemerintah menegaskan bahwa serangkaian kebijakan ini diupayakan untuk menjaga stabilitas fiskal serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak energi global.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daya yang menekan ongkos mudik Lebaran di Jalur Tol Trans Jawa
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menag sebut PP Tunas sebagai penguat akhlak, bukan pembatasan
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Efisiensi BBM, pemerintah kaji kebijakan WFH 1 hari dalam sepekan
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
ASDP Tuntaskan Antrean Gilimanuk, Seluruh Kendaraan Telah Masuk Buffer Zone
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.