Cegah Cuaca Ekstrem saat Lebaran, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

okezone.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Wilayah Jawa Timur diprakirakan mengalami peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta kondisi atmosfer yang labil sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Potensi cuaca ekstrem tersebut berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas masyarakat, termasuk pada periode arus mudik Lebaran 2026. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi aktif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga :
Mudik Lebaran 2026, 191 Ribu Pemudik Diberangkatkan dari Bandara Soetta

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengamankan arus mudik dari ancaman cuaca ekstrem. Operasi yang berpusat di Posko Lanudal Juanda ini berlangsung sejak 16 hingga 25 Maret 2026 dengan fokus mengendalikan intensitas curah hujan di wilayah rawan bencana.

Supervisi BMKG, Alif Kurniawan, menjelaskan bahwa hingga kemarin, tim gabungan telah melakukan 7 sorti penerbangan dengan total durasi 14 jam 1 menit selama tiga hari pertama pelaksanaan (16–18 Maret). Dalam operasi tersebut, sebanyak 6.800 kg bahan semai digunakan, terdiri dari 1.000 kg NaCl dan 5.800 kg CaO yang disemaikan ke awan potensial di langit Jawa Timur.

“Langkah aktif ini terbukti efektif menurunkan rata-rata curah hujan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal tanpa intervensi,” ujar Alif, Jumat (20/3/2026).

Baca Juga :
H-1 Lebaran, Arus Mudik Pantura Cirebon Landai

Evaluasi sementara juga menunjukkan hasil signifikan, di mana kejadian hujan lebat menurun hingga sekitar 70 persen, sementara hujan sangat lebat berkurang sekitar 25 persen. Distribusi hujan kini lebih terkendali dan bergeser menjadi kategori ringan sehingga mengurangi risiko gangguan pada jalur mudik.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menambahkan bahwa strategi penyemaian dilakukan berdasarkan analisis radar cuaca real-time WOFI. Bahan CaO digunakan untuk menekan pertumbuhan awan di daratan, sedangkan NaCl disemaikan pada awan di wilayah laut agar hujan turun lebih awal sebelum mencapai daratan.

 

Baca Juga :
Mudik Lebaran 2026, 774.165 Penumpang Menyeberang dari Pelabuhan Merak


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN UID Sulselrabar Salurkan 1.200 Paket Sembako Murah, TJSL Terang Berkah Ramadan
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Kisah Haru di Balik Respons Cepat Layanan 110 Polda Sumsel di Jembatan Ampera
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Momen Hangat Prabowo, Didit, dan Titiek Kumpul Jelang Lebaran, Bobby Ikut Curi Perhatian
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Presiden Prabowo: Menjaga Ritme di Arus Informasi Digital
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Ribuan Warga Muhammadiyah Gelar Salat Idul Fitri di Lapangan PSP Sawangan Depok
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.