Muhadjir Tegaskan Perbedaan Tanggal Idulfitri Bukan Bentuk Tak Taat Pemerintah

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Muhadjir perbedaan hari raya Idulfitri 1447 H bukan bentuk tak taat dengan keputusan Pemerintah.

Muhadjir Tegaskan Perbedaan Tanggal Idulfitri Bukan Bentuk Tak Taat Pemerintah (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy menegaskan, perbedaan hari raya Idulfitri 1447 H bukan bentuk tak taat dengan keputusan Pemerintah.

Ia menegaskan, umat muslim yang merayakan Lebaran hari ini dan esok, sama-sama taat pada Pemerintah.

Baca Juga:
FIFA Piala ASEAN Cup Bakal Digelar September-Oktober 2026

"Jadi ini kan kita sudah biasa berbeda gitu dan jangan diinterpretasikan yang penting, yang dimaksud taat kepada pemerintah itu bukan berarti lebarannya sama gitu ya. Jadi baik yang lebaran hari ini maupun besok itu ya sama-sama taat kepada pemerintah, ini yang harus kita tekankan," ujar Muhadjir saat ditemui di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).

Hal ini ditegaskan Muhadjir lantaran melihat ada kecenderungan narasi golongan yang lebaran lebih dulu tak taat pada Pemerintah. "Bukan itu urusannya, ini juga bukan soal taat kemudian harus semuanya bareng itu bukan, itu ini yang perlu saya sampaikan," tegasnya.

Baca Juga:
Bapanas Sebut Stok Ketersediaan Daging Sapi Sangat Aman Jelang Lebaran

"Karena apa? Karena masing-masing sudah punya argumen dan sama-sama kuatnya gitu, dan itu sangat dimungkinkan," kata dia.

Merujuk ceramah cendekiawan muslim, Muhammad Quraish Shihab di Istana Negara beberapa waktu lalu, Muhadjir berkata, barang siapa yang menyaksikan datangnya bulan Ramadan maka hendaknya dia berpuasa.

Baca Juga:
Indonesia Siap Angkat Kaki dari BoP Jika Tak Dukung Kemerdekaan Palestina

Menurutnya, hal ini pula sama dengan umat muslim yang mengucapkan syahadat. Ia berkata, umat muslim menyatakan syahadat lantaran ada keyakinan dan akal sehat meyakini Allah SWT sebagai tuhan.

"Karena kita akal sehat kita menyatakan bahwa ada Tuhan itu, tidak ada Tuhan selain Allah maka kita bersyahadat. Sama itu, jadi ini soal perbedaan metodologi yang saya kira tidak perlu dipertajam," tuturnya.

Baca Juga:
One Way Nasional KM 70 hingga KM 414 Masih Diberlakukan, One Way Lokal Semarang Dihentikan

Sementara itu, ia menjelaskan, Muhammadiyah menggunakan konsep tajdid dalam panduan keagamaan, termasuk menentukan awal bulan Hijriah yang merujuk Kalender Hijriah Global Tunggal. 

"Artinya bahwa sekarang untuk wujudul hilal itu, keberadaan hilal itu tidak hanya diukur di wilayah tertentu tetapi berlaku seluruh dunia. Kebetulan tahun ini tanggal satu hilal itu muncul di Alaska. Ketika tanggal satu muncul di Alaska, maka untuk seluruh dunia berlaku itu, tidak hanya di Alaska saja," kata Muhadjir.

Baca Juga:
Wall Street Berakhir Lesu, Pelaku Pasar Cermati Sejumlah Keputusan Penting Bank Sentral

"Dan itulah perbedaannya antara wujudul hilal yang lama yang itu terbatas untuk Indonesia, sekarang wujudul hilal itu berlaku untuk seluruh dunia dan sekarang sudah diratifikasi lebih dari 10 negara ya untuk kalender Hijriah Global Tunggal itu," ujarnya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Suspend 1.030 SPPG, Prabowo: Yang Kita Lakukan adalah Sertifikasi untuk MBG
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Klub Italia Como 1907 Sampaikan Belasungkawa Sedalam-dalamnya
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Lonjakan Aktivitas Lintas Batas di PLBN Motaain Terjadi Jelang Lebaran 2026
• 7 jam lalupantau.com
thumb
WNI di UEA Gelar Idul Fitri Hari Ini, KBRI Abu Dhabi Imbau Tetap Waspada
• 41 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.