Khotbah Salat Id Ketum Muhammadiyah: Tak Perlu Pertajam Perbedaan

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan khotbah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Haedar mengingatkan umat agar tidak mempertajam perbedaan dan menjalani Idul Fitri dengan khusyuk.

"Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri," kata Haedar saat menyampaikan khutbah salat Idul Fitri di UMY, dilansir Antara, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Khusyuknya Warga Muhammadiyah di Bali Salat Id Usai Umat Hindu Rayakan Nyepi

Haedar kemudian mengajak tokoh agama dan elite bangsa menghindari pernyataan atau ujaran yang dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Khususnya, mengenai perbedaan hari raya Idul Fitri.

Menurut guru besar bidang Ilmu sosiologi itu, Idul Fitri perlu dijalani dengan kekhusyukan ibadah serta kejernihan jiwa dan pikiran.

"Jalani Idul Fitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan," kata dia.

Baca juga: Sekjen PBNU Beri Ucapan Selamat Lebaran ke Sekum & Jemaah Muhammadiyah

Haedar optimistis bangsa Indonesia memiliki kedewasaan sehingga perbedaan penetapan hari besar keagamaan disikapi secara wajar dan tidak menjadi sumber konflik. Ia juga berharap, ke depan dunia Islam memiliki kalender global tunggal untuk meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan.

"Ke depan, Insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi," ucap dia.

Haedar menegaskan pentingnya keteladanan dari elite bangsa dalam menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi sekaligus mendorong kemajuan umat dan bangsa.

"Berikan teladan bagi rakyat bahwa para elite mampu menjadi uswah hasanah dalam menciptakan persatuan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan. Kita masih memiliki berbagai ketertinggalan yang memerlukan kerja keras bersama dari seluruh komponen bangsa," ujar dia.




(fca/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Pertemuan Prabowo-Megawati di Istana Merdeka, Didampingi Dasco-Puan
• 16 jam laludetik.com
thumb
Lonjakan Aktivitas Lintas Batas di PLBN Motaain Terjadi Jelang Lebaran 2026
• 3 jam lalupantau.com
thumb
KDM Marah Bukan Main Bubarkan Warga Penyapu Koin yang Bandel Minta-minta di Sepanjang Jalur Indramayu-Subang
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Mudik Lebaran Lebih Nyaman di Posko Mudik BRImo | KOMPAS SIANG
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Arus Kendaraan Normal, Skema Contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek Resmi Dihentikan
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.