PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas contraflow di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek dari KM 36 sampai KM 70 yang sebelumnya diberlakukan secara situasional dengan skema buka-tutup sejak 17 Maret 2026 resmi dihentikan.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo menyampaikan saat ini, kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek telah kembali normal di kedua arah.
Penghentian rekayasa lalu lintas dilakukan setelah mempertimbangkan perkembangan volume kendaraan yang telah menunjukkan kondisi lebih terkendali.
“Berdasarkan monitoring lalu lintas di lapangan, puncak volume kendaraan terjadi pada 18 Maret 2026. Selanjutnya, pada 19 Maret 2026 shift 3 hingga 20 Maret 2026, volume lalu lintas di kedua arah terpantau cukup terkendali sehingga dilakukan normalisasi lalu lintas dan contraflow dihentikan,” ujar Ria dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Ria mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, mencukupi daya, bahan bakar, serta saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
Baca Juga: Arus Kendaraan Normal, Skema Contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek Resmi Dihentikan
Baca Juga: Volume Kendaraan Meningkat, One Way Nasional di Tol Cikampek-Kalikangkung Diberlakukan
Baca Juga: Diskon Tol 30-46 Persen Terbukti Efektif, 60 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Cikampek Sebelum Puncak Mudik
"Pengguna jalan juga diharapkan tetap mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan,” tambah Ria.
Pengguna jalan tol dapat memperbarui informasi lalu lintas melalui aplikasi Travoy dan media sosial resmi Jasamarga Transjawa Tol. Untuk informasi dan pelayanan lalu lintas jalan tol, pengguna jalan juga dapat menghubungi One Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor 133.




