Prabowo Bicara Budaya ABS: Kita Harus Mau dan Berani Terima Laporan Tak Enak

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menyoroti budaya 'Asal Bapak Senang (ABS)' atau laporan untuk menyenangkan atasan masih kerap terjadi di berbagai institusi.

Ia menegaskan pentingnya keberanian menerima laporan yang jujur, termasuk yang tidak menyenangkan.

“Saya selalu katakan, saya sudah lama jadi orang Indonesia. Jadi, budaya ABS ini, Asal Bapak Senang, Asal Ibu Senang, laporan palsu ini sudah membudaya, saya kira di semua institusi," kata Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab bersama jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3).

"This is part of our problem. Kalau salah informasi, ya keputusan tidak baik ya kan. Dan ini masalahnya, sehingga kita harus punya mindset untuk waspada terhadap setiap laporan,” lanjutnya.

Ia menekankan, pemimpin harus terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk kritik yang keras sekalipun.

“Kita harus mau dan berani untuk menerima laporan yang paling tidak enak. Dan benar, saya suka monitor posting, podcast, yang menyakitkan pun saya nonton. Karena saya anggap walau pun dia nyerang gitu dengan cara yang tidak baik umpamanya ya. Dan kadang-kadang saya ambil kesimpulan, oh ya, dia hanya motivasinya hanya dendam aja nggak apa-apa,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kritik justru menjadi bahan evaluasi agar pemimpin lebih waspada dalam mengambil keputusan.

“Tapi bagi saya, itu adalah justru membuat saya lebih waspada. Jadi saya sebetulnya, kurang ajar dia, tapi oh ya, saya harus lebih waspada, baru saya cek,” ungkap Prabowo.

Prabowo menilai, budaya laporan yang hanya berisi hal-hal baik tidak sehat, meskipun sering kali dilandasi niat untuk tidak membebani pimpinan.

“Jadi memang, laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik, dan itu mungkin budaya Indonesia adalah mungkin niatnya baik tidak mau menyusahkan pimpinan. Mungkin niatnya baik,” tutur Prabowo.

Prabowo pun menceritakan pengalamannya ketika masih bertugas di militer dan melakukan inspeksi ke Pusat Pendidikan Pasukan Khusus Batujajar.

"Saya kasih contoh, zaman saya di tentara. Saya waktu itu Komandan Kopassus, saya sudah jenderal kalau nggak salah. Saya inspeksi ke Batujajar, Pusat Pendidikan, yang saya dulu pernah jadi komandan. Saya lihat keliling-keliling, tahu-tahu di satu titik, saya lihat di situ ada helikopter dari jauh. Helikopternya latihan fast roping, turun dengan tali, naik turun," ujar Prabowo.

"Suatu saat helikopternya berhenti, berhentinya agak lama. Saya tanya komandan yang di situ. Itu kenapa helikopter berhenti? 'Break pak, untuk makan'. Udah kan, break untuk makan, jadi saya nggak tanya lagi. Besoknya saya di Cijantung, saya terima di situ kan selalu, di tentara itu ada laporan harian. Jadi, kalau hari Selasa, hari ini ya laporan hari Senin. Dikasih laporan di batalyon ini terjadi ini," sambungnya.

Ternyata, helikopter yang dilihatnya berhenti saat itu, justru mengalami kecelakaan.

“Saya dapat laporan, di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus Batujajar, pada jam 13.08 telah terjadi kecelakaan dari helikopter gini-gini. Oh, ini, saya di sini waktu itu tapi nggak dikasih tahu. Saya telepon komandannya, kenapa kok nggak laporan? ‘Nggak enak komandan, nanti komandan’ kan begitu. Niatnya, tapi menurut saya kalau lain kali jangan ya, kasih tahu apa adanya. Mungkin saya bisa bantu, saya bisa apa,” ungkapnya.

Prabowo juga mengaku pernah mempertanyakan laporan kinerja yang positif saat menerima laporan dari Danantara.

So, ini masalah. Jadi saya karena itu kemarin di Danantara, laporan pertama, ‘Pak satu tahun hasilnya bagus. Begini begini begini’. Saya kejar dia. Ini laporan benar nggak? You ngerti gak, jangan nyenengin saya. Ini saya pegang loh, saya ini sekarang bertanggung jawab atas danantara. ‘Nggak pak, begini begini.’ Bisa ya? Saya bisa audit ya? ‘Siap pak’," kata Prabowo.

"Itu dasarnya saya ngomong begitu. We have to have a new culture. Culture ini harus walaupun sakit pahit, we have to face reality. Kita harus realitas lah dan kita harus siap, kita harus siap terima tidak baik, kita harus siap dimaki-maki, kita harus siap dicurigai, nggak apa-apa,” tambah dia.

Ia menutup dengan menekankan pemimpin tidak boleh takut menghadapi kesulitan, melainkan harus berani menyelesaikannya.

“Saya belajar banyak. Seorang pemimpin yang baik tidak boleh takut menghadapi kesulitan. Kalau pemimpinnya unggul, lihat kesulitan, harus dikejar kesulitan itu, rush to the problem, solve the problem,” kata Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Jakarta Gelar Car Free Night Malam Takbiran di Bundaran HI
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Ingin Semua Kendaraan Pakai Listrik: Biar Orang Kaya yang Bayar Bensin
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Blak-Blakan Ceritakan Awal Mula Gabung BoP, Tak Segan Angkat Kaki Jika Tak Pro-Palestina
• 19 jam laludisway.id
thumb
Villa singkirkan Lille, Bologna atasi Roma
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Kepadataan Kendaraan Berkurang, "Oneway" di Tol Dihentikan
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.