Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan filosofi hidup yang selama ini ia pegang, yakni untuk membantu setiap orang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Menurutnya, membantu sesama tidak harus dalam skala besar, melainkan bisa dimulai dari hal kecil.
“Karena saya ini punya filosofi hidup dari dulu. Kalau anda bisa bantu banyak orang, bantu banyak orang. Kalau tidak bisa bantu banyak orang, bantu beberapa orang. Kalau tidak bisa bantu beberapa orang, bantu satu orang,” ujar Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab bersama jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3).
Ia menegaskan, jika tidak mampu membantu, setidaknya jangan menyulitkan orang lain.
“Kalau satu orang pun anda tidak bisa bantu, jangan bikin susah orang lain. That's my philosophy. Saya ajarin semua tuh. Kalau kamu lihat ada orang sulit, berhenti, apa yang kau bisa bantu. So, itu jawaban saya,” katanya.
Meski terbuka terhadap kritik, Prabowo menekankan bahwa kritik seharusnya disampaikan dengan dasar yang jelas, bukan dilandasi kebencian.
“Benar, semua kritikan baik. Tapi kalau kritik berdasarkan suatu kebencian, dan kau mengada-ada, dan kau tidak punya data, itu menurut saya kurang baik. Itu filosofi saya,” ungkap dia.
Namun, Prabowo mengaku tetap menerima berbagai kritik yang ditujukan kepadanya. Bahkan, menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
“Jadi, tapi tetap aja saya terima, saya anggap itu baik untuk saya, bener nggak. Tetap ditonton, tetap," tutur Prabowo.
"Tapi kalau saya lihat, ah ini nggak ada gunanya, saya tinggalin, tapi saya tangkap dulu gitu loh,” lanjut dia.





