TRADISI mudik Lebaran menjadi momen yang paling dinanti masyarakat Indonesia. Namun, di balik antusiasme pulang kampung, risiko tindak kejahatan seperti pencurian dan potensi bencana domestik tetap harus diwaspadai. Memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan menjadi kunci utama agar perjalanan mudik berlangsung tenang dan nyaman.
Kepala Kantor Tata Kelola dan Manajemen Risiko IPB University, Ir. Budi Purwanto, ME, menegaskan bahwa pengamanan dasar harus menjadi prioritas utama sebelum berangkat.
Menurutnya, langkah pertama dimulai dari memastikan seluruh akses fisik rumah dalam kondisi terlindungi.
Baca juga : Ratusan Polisi Jakpus Disebar Selama Mudik Lebaran, Cegah Pencurian Rumah Kosong
"Pastikan pintu, jendela, dan ventilasi terkunci rapat. Tambahkan gembok pada pagar atau garasi. Simpan dokumen penting, perhiasan, serta barang elektronik di brankas atau tempat tersembunyi," ujarnya.
Strategi Pengamanan Fisik dan DigitalUntuk perlindungan ekstra, Budi mendorong penerapan prinsip dual security atau pengamanan ganda. Hal ini dapat dilakukan dengan memasang kunci kombinasi antara sistem konvensional dan kunci digital berbasis kata sandi pada pintu utama. Selain itu, pemanfaatan teknologi sangat disarankan sebagai langkah preventif.
"Pemantauan rumah secara berkala melalui CCTV yang terhubung dengan aplikasi gawai juga menjadi langkah preventif yang disarankan," ungkap Budi.
Baca juga : Ini Tips Agar Rumah Anda Aman Saat Ditinggal Mudik
Penggunaan lampu otomatis (sensor cahaya) juga dinilai efektif untuk memberikan kesan rumah tetap berpenghuni pada malam hari.
Mitigasi Risiko Kebakaran dan KelistrikanAspek keamanan tidak hanya soal pencurian, tetapi juga pencegahan korsleting listrik dan kebakaran. Budi mengingatkan pemudik untuk mematikan miniature circuit breaker (MCB) sekunder dan mencabut kabel perangkat elektronik yang tidak esensial.
Khusus untuk dapur, regulator kompor gas wajib dilepas dan dispenser air dimatikan.
"Sebagai langkah mitigasi terhadap risiko kebakaran maupun banjir, bersihkan sampah atau kardus yang mudah terbakar, rapikan ranting pohon, serta pastikan saluran drainase tidak tersumbat," terangnya.
Kolaborasi Lingkungan dan Antisipasi DaruratBudi juga menekankan pentingnya aspek sosial dengan berkoordinasi bersama tetangga terpercaya atau pengurus RT setempat.
"Mintakan nomor kontak dan jalin komunikasi yang baik," tuturnya agar rumah tetap terpantau secara kolektif.
Sebagai langkah antisipasi darurat yang kerap terlupakan, ia menyarankan agar dokumen penting seperti fotokopi KTP, surat tanah, hingga polis asuransi disimpan dalam cloud storage seperti Google Drive atau Dropbox. Hal ini bertujuan memudahkan akses data jika terjadi situasi yang tidak diinginkan.
Dengan persiapan yang matang, risiko kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.
"Selamat menunaikan ibadah Ramadan dan mudik dengan lancar. Tinggalkan rumah dengan tenang dan kembali dengan selamat," pungkas Budi. (Z-1)





