Iran Rayakan Idulfitri dan Tahun Baru Persia Bersamaan 21 Maret 2026, Macron Serukan Jeda Perang

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TEHERAN – Iran telah resmi menetapkan bahwa Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Persia (Nowruz). Keputusan ini menandai hari kemenangan umat Muslim di negara mayoritas Syiah tersebut. Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan jeda perang selama Lebaran.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh televisi pemerintah Iran yang mengutip kantor pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Berdasarkan pengamatan hilal, otoritas keagamaan Iran menyatakan bahwa hari Jumat, 20 Maret 2026, merupakan hari terakhir bulan Ramadan, sehingga Idulfitri dimulai pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Pernyataan resmi tersebut juga mengonfirmasi bahwa Idulfitri di Iran akan berlangsung pada tanggal yang sama dengan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Seiring dengan keputusan Iran, pengumuman yang sama juga datang dari Irak. Ulama Syiah terkemuka, Ayatollah Ali al-Sistani, turut mengonfirmasi bahwa Idulfitri akan dirayakan pada hari yang sama di seluruh kawasan mayoritas Syiah, menjadikan perayaan ini lebih seragam di kawasan tersebut.

Idulfitri sendiri ditentukan melalui metode rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit pertama) sesuai dengan kalender Islam. Meski pengamatan bulan ini seringkali mengakibatkan perbedaan waktu perayaan Lebaran antarnegara, tahun ini beberapa negara, termasuk Iran dan Indonesia, merayakan Lebaran pada waktu yang sama.

Yang lebih menarik, perayaan Idulfitri di Iran pada tahun ini bertepatan dengan perayaan Nowruz, Tahun Baru Persia, yang juga jatuh pada titik ekuinoks musim semi. Keduanya merupakan perayaan besar yang menambah kemeriahan, menjadikan Sabtu, 21 Maret 2026, sebagai momen istimewa bagi rakyat Iran dan umat Muslim di seluruh dunia.

Seruan Jeda Perang

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan gencatan senjata di Timur Tengah selama hari raya keagamaan, sebagai upaya baru menyelesaikan konflik Iran melalui negosiasi.

“Saat kawasan ini memasuki musim hari raya keagamaan, saya pikir semua orang harus tenang dan operasi militer harus dihentikan setidaknya selama beberapa hari untuk memberi kesempatan lain bagi negosiasi,” kata Macron menjelang KTT para pemimpin Uni Eropa.

Ramadan yang dijalankan oleh ratusan juta umat Muslim di seluruh dunia, merupakan waktu untuk menjalankan salah satu rukun Islam. Dengan berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, menahan diri dari makan dan minum, serta berbagai hal yang membatalkan puasa. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Robert Kiyosaki Ramal Emas Naik, Bisa Tembus US$35.000
• 15 menit lalubisnis.com
thumb
Idulfitri Mesti Jadi Momentum Perdamaian Antarumat Muslim
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cerita Ibu Eka Menguatkan Sesama Hingga Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
• 45 menit lalubisnis.com
thumb
Kompolnas Klaim Penanganan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Akuntabel
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
14 Kata-kata Minal Aidin wal Faizin, Yuk Rayakan Lebaran 2026!
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.