BALIKPAPAN, KOMPAS – Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara atau IKN akan digunakan sebagai tempat Shalat Idul Fitri berjamaah perdana pada Sabtu (21/3/2026). Masyarakat umum di sekitar IKN bisa shalat di masjid ini.
“Kami mengajak masyarakat di IKN dan sekitarnya untuk hadir dan melaksanakan Salat Idul Fitri bersama di Masjid Negara,” ujar Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw, Jumat (20/3/2026).
Troy menyebut, khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Negara adalah Muhammad Abzar Duraesa, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Adapun imam Salat Id adalah Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran) Jakarta.
Otorita IKN juga menyiapkan khatib dan imam cadangan jika tokoh tersebut berhalangan, yakni Aroka Fadli, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhajirin Purwakarta. Sementara itu, bilal shalat id adalah M Rasky Raehan dan Muhammad Rifki Iksani.
Selama Ramadhan 2026, Masjid Negara di IKN digunakan untuk shalat tarawih dan berbagai kegiatan keagamaan. Masjid ini pun digunakan untuk memantau hilal.
Dari sisi kapasitas, Masjid Negara didesain untuk menampung hingga sekitar 60.000 jemaah setelah selesai dibangun. Pada tahap satu konstruksi saat ini, masjid ini bisa menampung sekitar 29.000 orang.
Dengan daya tampung banyak, Otorita IKN membuka peluang masyarakat di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, atau kota lain untuk shalat di masjid ini.
Dari sekitar Balikpapan, masyarakat bisa melalui Tol IKN yang sudah dibuka fungsional. Jika di hari biasa tol ini difungsikan mulai pukul 06.00 Wita, pada 21 Maret 2026 tol dibuka lebih awal.
“Akses Tol IKN menuju kawasan Masjid Negara IKN akan dibuka mulai pukul 04.30 Wita saat Idul Fitri,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur Yudi Hardiana.
Jalur ini khusus untuk kendaraan golongan satu. Masyarakat bisa mengakses Tol IKN gratis dari Gerbang Tol 3A2 hingga Akses Bandara VVIP dan IKN. Warga hanya menempelkan kartu untuk pendataan.
Setelah sampai di IKN, masyarakat akan dipandu oleh rambu menuju Masjid Negara. Parkir disediakan di basement masjid dan jalan di sekitar masjid.
Troy Pantouw mengatakan, shuttle bus dalam kota di IKN pun melayani perjalanan menuju Masjid Negara. Itu untuk melayani pekerja yang bertugas di IKN. Penjemputan melalui halte di Rusun ASN 1, Rusun ASN 2, Rusun ASN 3, Rusun ASN 4, HPK 1, HPK 2, dan Rest Area.
“Disediakan pula fasilitas mobilitas berupa golf cart bagi kelompok yang membutuhkan, seperti lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas,” kata Troy.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5535324/original/048232300_1773985582-IMG_20260320_121427.jpg)


