Stasiun Pasar Senen Masih Dipadati Pemudik pada H-1 Lebaran

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana arus mudik di Stasiun Pasar Senen terpantau padat pada H-1 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi sejak pagi hingga siang hari, para calon penumpang tampak memadati area stasiun, baik di ruang tunggu maupun di peron keberangkatan.

"Sempat nyari-nyari di hari-hari sebelumnya sih tapi emang enggak kebagian. Susah banget dapatnya, ini aja aku dapat kereta tambahan ke Solo, harganya Rp 350.000," ujar Nurul (20), pemudik asal Kutoarjo kepada Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Jakarta Tanpa Macet: Keliling Cengkareng-Monas-Bundaran HI Tak Sampai 30 Menit

Para pemudik terlihat membawa berbagai barang bawaan, mulai dari koper, tas ransel, hingga kardus berisi oleh-oleh.

Kepadatan mulai terlihat dari pintu masuk stasiun, di mana antrean penumpang mengular untuk proses pemeriksaan tiket dan barang.

Mesin pencetakan tiket juga tampak dipadati penumpang yang ingin mencetak tiket yang dibeli secara daring.

Di dalam area ruang tunggu, kursi-kursi hampir seluruhnya terisi.

Sebagian penumpang bahkan memilih duduk di lantai sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta mereka.

Petugas tampak berjaga di setiap sudut Stasiun Pasar Senen untuk mengatur arus penumpang agar tetap tertib.

Perjuangan "War" Tiket demi Pulang Kampung

Nurul mengaku baru bisa mudik pada H-1 Lebaran lantaran ia dan orang tuanya baru mendapatkan jatah libur pada Kamis (19/3/2026).

Perjuangannya mendapatkan tiket pun tidak mudah karena ia harus melakukan "war" tiket sejak akhir Februari 2026 lalu.

Kisah serupa dialami oleh Novi (27), seorang host live media sosial yang baru bisa merasakan mudik Lebaran di Semarang setelah tiga tahun tertahan di Jakarta karena pekerjaan.

Meskipun jadwal kerjanya padat dengan sistem shifting, ia akhirnya mendapatkan jatah cuti tahun ini.

Baca juga: Daan Mogot Bebas Macet Jelang Lebaran, Kalideres-Grogol Cuma 10 Menit

Novi sempat mengaku pasrah dengan harga tiket kereta ke Semarang yang melambung hingga Rp 500.000 per tiket.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, berkat kejeliannya memantau aplikasi, ia berhasil mendapatkan tiket kereta tambahan dengan harga Rp 230.000.

"Tapi kalau emang sisanya yang Rp 500.000, aku kayanya tetap nekat untuk pulang kampung," kata Novi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Shalat Id di bekas galodo, warga Agam bangkit dari duka
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Agrinas Salurkan 5.600 Paket Sembako Bersubsidi Lewat Pasar Rakyat Selama Ramadhan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Nastar hingga Kue Sagu, Ini Deretan Kue Khas Lebaran yang Wajib Ada di Meja
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Libur Lebaran, Bus Transjakarta Operasikan Bus Atap Terbuka untuk Wisatawan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Dokter Ungkap 7 Kebiasaan Malam yang Diam-Diam Bisa Rusak Jantung
• 5 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.