Istanbul (ANTARA) - China pada Kamis (19/3) mengatakan siap berkolaborasi dengan negara-negara Asia Tenggara untuk bersama mengatasi keamanan pasokan energi.
"Situasi di Timur Tengah memberikan pukulan berat bagi keamanan energi global. Negara-negara terkait perlu segera menghentikan operasi militer dan mencegah gejolak regional berdampak lebih lanjut pada pertumbuhan global," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, kepada wartawan di Beijing.
"China siap memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan negara-negara Asia Tenggara dan bersama-sama mengatasi masalah keamanan energi," kata Lin.
Pernyataan dari Beijing itu muncul ketika banyak negara Asia mengambil langkah-langkah tambahan untuk menangkal dampak terhadap perekonomian mereka karena pasokan energi dari negara-negara Teluk tetap terpengaruh akibat perang AS-Israel yang sedang berlangsung dengan Iran.
Pasokan pupuk juga terpengaruh, dengan harga urea naik 1,58 persen pada Rabu hingga melampaui 610 dolar AS (Rp10,3 juta) untuk pertama kalinya sejak Oktober 2022.
Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi sejak AS dan Israel memulai kampanye militer skala besar terhadap Iran, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal di seluruh wilayah dan secara efektif menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar kapal, jalur transit minyak utama yang biasanya menangani sekitar 20 juta barel per hari, dan sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global.
Ketika ditanya apakah Beijing akan melanjutkan pasokan pupuk ke Filipina, juru bicara Lin mengatakan bahwa China adalah produsen dan konsumen pupuk utama dan peserta kunci dalam perdagangan pupuk global.
China juga mengekspor sebagian pupuknya ke pasar internasional setelah memastikan permintaan domestik, tambahnya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menkeu Bessent sebut AS mungkin akan cabut sanksi terhadap minyak Iran yang sudah dikirim
Baca juga: Trump minta Netanyahu tak lagi serang ladang migas Iran
"Situasi di Timur Tengah memberikan pukulan berat bagi keamanan energi global. Negara-negara terkait perlu segera menghentikan operasi militer dan mencegah gejolak regional berdampak lebih lanjut pada pertumbuhan global," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, kepada wartawan di Beijing.
"China siap memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan negara-negara Asia Tenggara dan bersama-sama mengatasi masalah keamanan energi," kata Lin.
Pernyataan dari Beijing itu muncul ketika banyak negara Asia mengambil langkah-langkah tambahan untuk menangkal dampak terhadap perekonomian mereka karena pasokan energi dari negara-negara Teluk tetap terpengaruh akibat perang AS-Israel yang sedang berlangsung dengan Iran.
Pasokan pupuk juga terpengaruh, dengan harga urea naik 1,58 persen pada Rabu hingga melampaui 610 dolar AS (Rp10,3 juta) untuk pertama kalinya sejak Oktober 2022.
Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi sejak AS dan Israel memulai kampanye militer skala besar terhadap Iran, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal di seluruh wilayah dan secara efektif menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar kapal, jalur transit minyak utama yang biasanya menangani sekitar 20 juta barel per hari, dan sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global.
Ketika ditanya apakah Beijing akan melanjutkan pasokan pupuk ke Filipina, juru bicara Lin mengatakan bahwa China adalah produsen dan konsumen pupuk utama dan peserta kunci dalam perdagangan pupuk global.
China juga mengekspor sebagian pupuknya ke pasar internasional setelah memastikan permintaan domestik, tambahnya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menkeu Bessent sebut AS mungkin akan cabut sanksi terhadap minyak Iran yang sudah dikirim
Baca juga: Trump minta Netanyahu tak lagi serang ladang migas Iran




