tvOnenews.com - Timnas Indonesia akan menghadapi ujian pertama mereka di FIFA Series 2026 lawan Saint Kitts and Nevis, kuda hitam dari zona Amerika Utara.
Laga seru Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026 mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Jika merujuk kepada ranking FIFA, Timnas Indonesia jelas unggul dengan peringkat 127, sedangkan Saint Kitts and Nevis hanya menempati urutan 154.
Walau begitu, Saint Kitts and Nevis kini bertransformasi menjadi tim kuda hitam di zona Amerika Utara setelah lolos Piala Emas Concacaf 2023 untuk kali pertama.
Lalu, bagaimana kekuatan sebenarnya dari Saint Kitts and Nevis sehingga disebut jadi tim kuda hitam zona Concacaf?
Peta Kekuatan Saint Kitts and Nevis- Concacaf
Saint Kitts and Nevis sebetulnya telah berpartisipasi di sepak bola dunia sejak era 1930-an. Ketika itu, mereka masih dalam wilayah jajahan Inggris.
Barulah memasuki dekade 90-an, The Sugar Boyz berdiri dengan namanya sendiri. Pertama kali mereka mentas di turnamen resmi adalah Piala Karibia 1993.
Empat tahun kemudian, kiprah Saint Kitts and Nevis di Piala Karibia cukup mengejutkan. Mereka finis sebagai runner-up usai dikalahkan Trinidad and Tobago di final.
Saat itu, aktor intelektual dari Saint Kitts and Nevis adalah Keith Kayamba Gumbs, top skor sepanjang masa sekaligus legenda Sriwijaya di Liga Indonesia 2010-an.
Di periode ini jugalah, Saint Kitts and Nevis berpartisipasi di Kualifikasi Piala Dunia 1998 hingga hampir mentas di Piala Emas Concacaf 1998, namun kurang beruntung.
Memasuki dekade 2000-an, federasi negara itu mulai serius terhadap sepak bola. Dibuktikan dengan agenda uji coba ke Eropa bahkan langganan di Kualifikasi Piala Dunia.
Puncaknya adalah pada 2016 ketika Saint Kitts and Nevis melonjak drastis ke urutan 73 FIFA berkat penampilan gemilang di Kualifikasi Piala Karibia 2017.
Tren positif terus berlanjut pada 2023, di mana negara asal Karibia itu lolos ke Piala Emas Concacaf. Namun, mereka hanya finis sebagai juru kunci usai 3 kali kalah di fase grup.




