EtIndonesia. Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, Iran pada Rabu (18 Maret) malam untuk pertama kalinya melancarkan serangan mematikan ke wilayah Tepi Barat, menewaskan beberapa perempuan Palestina dan melukai 13 orang, dengan satu di antaranya dalam kondisi serius.
Dalam beberapa hari terakhir, jalan-jalan di Tepi Barat dipenuhi warga. Banyak keluarga Palestina keluar untuk berbelanja makanan manis dan hadiah dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri.
Kantor berita resmi Otoritas Palestina, WAFA, melaporkan bahwa sebuah rudal menghantam sebuah salon rambut di kota Beit Awwa, yang terletak di barat daya Hebron.
Menurut laporan terbaru, akibat serpihan roket yang jatuh, jumlah korban mencapai 4 orang tewas dan 13 orang terluka.
Militer Israel menyatakan bahwa mereka memahami serangan ini melibatkan penggunaan amunisi klaster. Jenis hulu ledak ini dapat terpecah menjadi banyak bom kecil yang menyebar ke berbagai area.
Layanan darurat Israel pada 19 Maret pagi juga melaporkan bahwa wilayah Adanim di Israel tengah turut terkena serangan rudal Iran, yang menyebabkan seorang pekerja migran asing tewas.
Sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari yang memicu konflik regional, Iran terus menembakkan rudal ke Israel setiap hari. Sebelumnya, belum ada laporan bahwa Iran secara sengaja menargetkan wilayah Palestina yang diduduki Israel.
Warga Palestina di Tepi Barat hampir tidak memiliki fasilitas perlindungan seperti bunker, berbeda dengan warga Israel. Untuk menghindari serangan amunisi klaster dan serpihan roket, banyak warga Palestina hanya mengandalkan sirine peringatan udara dari pemukiman Yahudi atau kota-kota Israel terdekat untuk mengetahui adanya serangan.
Sumber : NTDTV.com





