Pantau - Polda Jawa Timur mengimbau masyarakat tidak melakukan takbir keliling di jalan raya pada malam Idul Fitri 1447 Hijriah guna menjaga keamanan dan ketertiban selama Operasi Ketupat Semeru 2026.
Imbauan ini disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi di Surabaya, Jumat.
“Malam Idul Fitri identik dengan kegiatan takbir, namun kami mengimbau agar tidak dilaksanakan secara berkeliling, cukup di tempat masing-masing seperti di masjid atau musala,” ujarnya.
Ia menegaskan takbir keliling menggunakan kendaraan, terutama kendaraan terbuka, berisiko menimbulkan kecelakaan dan konflik antar kelompok.
“Jika dilaksanakan di jalan dengan kendaraan terbuka, ini rawan kecelakaan dan juga berpotensi menimbulkan gesekan yang bisa berujung konflik,” katanya.
Pengamanan dan Kondisi Lalu LintasUntuk mengantisipasi gangguan keamanan, Polda Jatim menyiapkan pengamanan di berbagai titik strategis.
Sebanyak 168 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu dioperasikan selama periode Lebaran.
Polda Jatim juga mencatat adanya peningkatan arus mudik menuju wilayah Jawa Timur sekitar 10 persen berdasarkan data gerbang tol dan kepadatan di rest area.
Meski demikian, kondisi lalu lintas masih relatif terkendali meski terjadi perlambatan di sejumlah titik.
Layanan Tambahan bagi PemudikSelain pengamanan, Polda Jatim juga menyediakan layanan kesehatan mobile gratis bagi pemudik di sejumlah titik penyangga.
"Layanan ini gratis dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026, demi mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia," ujar Iwan.
Petugas juga memberikan imbauan keselamatan dan ketertiban bagi para pemudik selama perjalanan.




