Terbukti Melanggar Kode Disiplin, Israel Dijatuhi Sanksi Denda Miliaran oleh FIFA

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Komite Disiplin FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) setelah terbukti melakukan pelanggaran terkait diskriminasi dan prinsip fair play. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi FIFA pada Jumat 20 Maret 2026.
 
Sanksi tersebut dijatuhkan setelah adanya laporan resmi dari Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) terkait pelanggaran yang dilakukan oleh IFA. Laporan tersebut diajukan oleh PFA dalam Kongres FIFA ke-74. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dewan FIFA kemudian meminta Komite Disiplin untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh IFA.
 
Berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin FIFA, IFA dinyatakan telah melanggar kewajibannya sebagai salah satu anggota dari federasi sepak bola dunia. Dalam putusannya, FIFA menyebut IFA telah melanggar Pasal 13 dalam Kode Disiplin FIFA (FIFA Disciplinary Code/FDC), yaitu terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play. Selain itu, Israel juga terbukti melanggar Pasal 15 FDC yang mengatur tentang diskriminasi dan pelecehan rasis.

Sebagai konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan, FIFA menjatuhkan denda sebesar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp3,21 miliar kepada IFA. Sanksi ini diberikan atas pelanggaran disiplin berupa diskriminasi, pelecehan rasis, serta tindakan yang bertentangan dengan prinsip fair play dalam sepak bola.
 

Baca Juga :

FIFA Tolak Permintaan Iran Pindah Venue Piala Dunia 2026

Tak hanya denda berupa sejumlah uang, FIFA juga mewajibkan IFA untuk menampilkan spanduk bertuliskan “Football Unites the World - No to Discrimination” dalam tiga pertandingan internasional level A yang digelar di kendang Israel. Spanduk tersebut harus dipasang berdampingan dengan logo resmi asosiasi sebagai bentuk komitmen melawan diskriminasi.
 
Dalam pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya sebatas olahraga, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Organisasi tersebut menyebut sepak bola harus menjadi sarana perdamaian, dialog, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesetaraan.
 
“Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan dunia. Oleh karena itu, penting untuk menjaga nilai martabat, kesetaraan, dan saling menghormati, terutama di tengah situasi konflik,” tulis FIFA dalam pernyataan resminya.
 
Meski telah dijatuhi sanksi, IFA masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Proses banding dapat diajukan melalui Komite Banding FIFA sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Kode Disiplin FIFA. (Muhammad Zaidan Rizky)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gala Sky Doa Al-Fatihah Buat Almarhum Orang Tua, Cerita Mimpi Digendong Vanessa Angel Bikin Mewek
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Kawasan Keraton Surakarta Gelar Salat Id Hari Ini dan Besok
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Clipan Finance (CFIN) Andalkan Pembiayaan Sektor Kendaraan Bermotor
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Pesan Puan Maharani di Lebaran 2026: Ajak Saling Memaafkan dan Perkuat Persatuan
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Cerita Intan Putri, Anak Lampung yang Menapaki Jalan Juara
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.