Penulis: Harry Saktiono
TVRINews, Lamongan
Kecelakaan maut terjadi hari ini di jalur mudik Paciran–Sukodadi Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Insiden melibatkan Bus Trans Jatim bernomor polisi S 7090 UJ dan sebuah sepeda motor. Seorang pengendara motor tewas setelah terlindas bus, sementara dua penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kepadatan arus lalu lintas di jalur mudik diduga menjadi salah satu pemicu kecelakaan. Rekaman dashcam memperlihatkan detik-detik tabrakan antara motor dan bus yang terjadi di tengah ramainya arus pemudik.
Setelah kejadian, puluhan warga berusaha mengevakuasi sepeda motor yang tersangkut di kolong bus. Bus bahkan harus digerakkan mundur agar kendaraan yang ringsek parah itu dapat dikeluarkan.
Sopir bus, Yoyok Ardianti (31), warga Desa Banyutengah Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, sempat hampir dihakimi massa sebelum akhirnya situasi berhasil diredam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Sepeda motor dengan nomor polisi S 6981 JCJ dikendarai Abdul Sholeh (41) bersama istrinya, Rihaltus Saadah (28), dan anak mereka, Rafan Ahnafi (4). Mereka merupakan warga setempat yang saat itu menepi untuk menunggu bus lewat sebelum menyeberang.
Namun secara tidak sengaja, sang anak yang duduk di bagian depan menarik tuas gas motor. Pada saat bersamaan, Bus Trans Jatim melaju dari arah selatan. Karena jarak yang sangat dekat, sopir tidak dapat menghindar meski telah berupaya membanting setir ke kanan. Benturan keras pun terjadi, membuat motor korban terseret hingga masuk ke kolong bus.
Akibatnya, Abdul Sholeh meninggal dunia di lokasi kejadian. Istri dan anaknya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan adanya korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
“Korban Abdul Sholeh (41) meninggal dunia di tempat akibat luka parah,” ujarnya hari ini, Jumat, 20 Maret 2026.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut sudah ditangani Satlantas Polres Lamongan. Sopir bus masih menjalani pemeriksaan untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi mengimbau para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di jalur yang dikenal rawan kecelakaan selama arus mudik.
Editor: Redaksi TVRINews





