Jakarta, VIVA – Iran menegaskan bahwa saat ini tidak sedang berunding dengan Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan pejabat senior parlemen Iran pada Kamis waktu setempat, sambil memperingatkan negara mana pun yang mengizinkan wilayahnya atau pangkalannya digunakan melawan Iran akan dianggap musuh.
Pernyataan tersebut bertentangan dengan pernyataan Trump sebelumnya bahwa para pejabat Iran ingin bernegosiasi tetapi "belum siap." Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri majelis Ebrahim Rezaei menyampaikan pernyataan itu setelah pertemuan dengan pejabat militer dan pertahanan Iran untuk membahas operasi medan perang melawan AS dan Israel.
Dikutip dari Anadolu, Jumat, 20 Maret 2026, Dia juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang membuka wilayah atau pangkalannya kepada pasukan musuh dalam bentuk apa pun akan dianggap sebagai musuh. Di saat yang sama, Rezaei memastikan keamanan telah dipulihkan di Pulau Kharg dan ekspor minyak masih berlanjut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa serangan Amerika telah menghancurkan sebagian besar fasilitas militer pulau itu tetapi membiarkan pusat-pusat minyak tetap utuh.
Serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Teheran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. (Ant)





