JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 3.000 jembatan di seluruh wilayah Indonesia selesai pada awal tahun 2027.
Target ini difokuskan pada titik-titik yang paling membutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, terutama di daerah yang terdampak bencana.
Prabowo mengatakan, kebutuhan ribuan jembatan ini didapat dari laporan Satuan Tugas (Satgas) Jembatan yang dibentuk khusus untuk memulihkan tiga provinsi di Sumatera pascabanjir dan longsor.
Baca juga: Prabowo Minta Teror ke Andrie Yunus Diusut Tuntas, Singgung Tim Independen dan LSM
Satgas ini diketuai langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak.
“Insya Allah awal 2027, selesai 3.000. Semua provinsi,” ujar Prabowo dalam diskusi bersama jurnalis dan para pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV pada Jumat (20/3/2026).
Prabowo mengungkapkan, berdasarkan laporan Satgas, terdapat kurang lebih 3.000 titik mendesak yang membutuhkan perbaikan atau pembangunan jembatan baru.
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung sangat krusial, sementara biayanya masih berada di bawah alokasi dana desa yang diserahkan pemerintah pusat.
Pemanfaatan Dana Desa dan Prioritas PendidikanDalam diskusi yang dihadiri sejumlah jurnalis senior dan pengamat tersebut, Prabowo menyinggung soal anggaran desa yang mencapai Rp 1 miliar per tahun.
Ia menjelaskan bahwa jembatan gantung dengan panjang 100 meter biasanya membutuhkan biaya sekitar Rp 800.000.000, sehingga bisa dicicil menggunakan dana desa dalam beberapa tahun.
“Katakanlah yang 100 meter panjang paling Rp 800 juta ada. Dan mereka terima Rp 1 miliar (untuk) 1 tahun. Kan bisa dia cicil 3 tahun 4 tahun jembatan yang bagus pun,” kata Prabowo.
Presiden mengaku tergerak melakukan percepatan pembangunan ini setelah melihat video kiriman seorang anak asal Nias bernama Yemisa Zebua.
Dalam video tersebut, Yemisa meminta bantuan jembatan karena akses yang biasa digunakan sekolah sudah putus. Permintaan itu telah dipenuhi negara pada awal 2026.
Belajar dari kasus Yemisa, Prabowo memerintahkan jajarannya untuk memastikan tidak ada lagi jembatan rusak yang menyulitkan anak-anak pergi ke sekolah.
Ia menegaskan tidak ingin lagi melihat tangisan anak-anak akibat pembangunan yang tidak merata di daerah-daerah terpencil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




