Bisnis.com, JAWA BARAT – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mencatat lonjakan arus kendaraan yang masuk ke jalan arteri Kota Udang pada periode mudik Lebaran 2026.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cirebon Indra Setiaman, menerangkan bahwa puncak arus mudik di Kota Cirebon telah terjadi pada Kamis (19/3/2026). Dishub Kota Cirebon mencatat 142.370 unit kendaraan melintas pada hari itu.
Diperinci, sekitar 130.000 unit merupakan kendaraan beroda dua, 9.335 unit kendaraan roda empat, 647 angkutan umum, dan sisanya angkutan barang. Indra menegaskan bahwa torehan tersebut merupakan puncak arus mudik di Kota Cirebon.
"Nah itu jumlahnya kalau dibandingkan dengan 2025 ada sedikit penurunan. Namun dibandingkan dengan hari sebelumnya, di H-3, terjadi peningkatan sekitar 12%," katanya ketika ditemui Bisnis di Cirebon, Jumat (20/3/2026).
Indra menjelaskan bahwa meski secara tahunan (year-on-year/YoY) terdapat koreksi, intensitas kendaraan yang melintasi jalur arteri Cirebon tetap menunjukkan kepadatan yang signifikan dibandingkan hari-hari biasanya.
Kenaikan 12% dari hari sebelumnya menandakan pergerakan pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, masih mendominasi arus lalu lintas menuju arah timur Jawa.
Guna mengantisipasi kepadatan di titik-titik rawan macet, Dishub melakukan rekayasa lalu lintas dengan menambah durasi APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas). Artinya, durasi lampu hijau lebih diperpanjang guna menghindari penumpukan kendaraan di arus utama.
Sementara itu, Dishub tidak melakukan penutupan pada lajur-lajur tertentu di Cirebon.
"Jadi jumlah lampu hijau yang dari arah Jawa maupun dari arah Jakarta kami tambah, sehingga kendaraan yang melintas itu bisa melintas di persimpangan-persimpangan dengan aman dan jalur-jalur penduduk lokal yang akan berbelanja ke Kota Cirebon pun tidak terganggu," katanya.
Di satu sisi, Indra memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada dua periode, yaitu 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026. Kedua rangkaian waktu itu diprediksi mengingat libur panjang Lebaran telah berakhir, tetapi mendekati periode weekend.
Menghadapi lonjakan kendaraan pada periode arus balik, Dishub Kota Cirebon menyiapkan strategi serupa arus mudik.
"Biasanya kendaraan roda 2 kemudian beberapa kendaraan pribadi [melintasi Cirebon saat arus balik] karena mungkin di tol terlalu padat ya, one way juga sudah tidak bisa menampung, biasanya mereka lewat jalur arteri Kota Cirebon," tutupnya.
Baca Juga
- Puncak Arus Mudik 2026 Tembus 270.000 Kendaraan, Naik 4,2% Dibanding 2025
- Mudik Aman, Jasa Raharja Minta Pemudik Cek Kendaraan Lewat 5 Imbauan Ini
- Ini Titik Kemacetan Mudik Lebaran 2026, 181.617 Kendaraan Tinggalkan Jakarta





