Presiden Prabowo Subianto menyebut sedang menyiapkan pohon industrialisasi untuk berbagai komoditas penting yang dimiliki Indonesia.
Salah satu langkah terkait pohon industrialisasi adalah membangun ratusan pabrik. Prabowo juga sudah memiliki peta jalan.
“Untuk kita industrialisasi. Kita harus melakukan (membangun) ratusan pabrik, Itu yang kita sebut pohon industri dan kita sudah, kita sudah map out. We have a plan actually, pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya,” kata Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab bersama jurnalis senior dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3).
Prabowo juga memberi beberapa contoh komoditas terkait yang akan masuk ke dalam pohon industrialisasi. Salah satunya adalah kelapa, yang menurutnya memiliki nilai yang tinggi saat ini.
“Kelapa, kelapa saja, ternyata di negara mana pun, dianggap suatu miracle, miracle crop. VCO, virgin coconut oil. Itu dianggap anti cancer di Amerika. Saya punya teman-teman, jenderal–jenderal Amerika. Dia punya, dia minum tablet, virgin coconut oil, yang dibikin bubuk, jadi tablet. Tiap makan dia minum itu, harga kelapa itu tinggi sekarang,” ujarnya.
Saat ini, Prabowo menyebut kebanyakan kelapa masih diekspor secara gelondongan. Ia juga menyebut Indonesia hanya memiliki dua pabrik terkait industrialisasi kelapa.
Selain kelapa, Prabowo juga menyinggung beberapa komoditas lain seperti kopi dan cokelat. Untuk itu, ia ingin industrialisasi juga terjadi untuk kedua komoditas tersebut.
“Hampir semua komoditas kita punya, kopi terbaik, tapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Iya, kan? Kita punya cokelat terbaik tapi kita maaf, impor kita makan KitKat, kita makan Cadbury. Iya, kan? This is what we have to do. Jadi justru ini, jawabannya adalah industrialisasi,” kata Prabowo.
Selain kelapa, kopi dan cokelat, industrialisasi juga akan dimulai untuk sektor otomotif. Prabowo menyebut akan membangun pabrik mobil.
“Saya akan buka, pabrik mobil. Kenapa kita harus jadi pasar mobilnya orang lain, kenapa?” ujarnya.
Hal ini karena Prabowo menilai Indonesia memiliki seluruh komoditas unggulan yang dibutuhkan untuk membuat mobil. Situasi inilah yang berbeda dengan Korea dan Jepang, namun kedua negara tersebut sudah memulai industri mobil terlebih dahulu.
“Dengan segala hormat, Korea, sumber alam Korea apa? Coba periksa, kita punya sumber alam semua untuk bikin mobil tapi dia sudah puluhan tahun lebih dulu dari kita bikin mobil. Kita punya timah, punya bauksit, bauksit untuk alumina, diolah menjadi aluminium, aluminium jadi mobil. Tapi kita nggak bikin processing bauksit. Jepang tidak punya bauksit,” lanjutnya.





