Relawan Prabowo Sambangi Anak Putus Sekolah di Gunungkidul, Beri Pesan Menyentuh

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com — Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo wilayah Gunungkidul mendatangi rumah Ahmad Tri Efendi (10) di Jeruken, Girisekar, Panggang, sebagai bentuk kepedulian terhadap bocah yang terpaksa putus sekolah demi merawat kedua orangtuanya yang sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Pasbata memberikan dukungan nyata, baik moril maupun materiil, kepada Fendi dan keluarganya. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan berbagai kebutuhan harian lainnya.

Rombongan Pasbata juga bertemu langsung dengan Slamet, ayah Fendi, untuk memberikan semangat serta mendorong agar Fendi tetap bisa melanjutkan pendidikannya di tengah kondisi keluarga yang sulit.

Efendi diketahui merawat ibunya yang lumpuh akibat stroke dan gangguan saraf, serta ayahnya yang juga mengalami gangguan saraf. Di usia yang masih belia, ia menjalani hari-hari dengan penuh tanggung jawab, mulai dari memberi minum hingga menjaga ibunya hingga larut malam.

Ketua DPC Pasbata Prabowo Gunungkidul, Martin, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut.

“Kami hadir untuk Efendi. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kondisi keluarga. Ini panggilan kemanusiaan,” ujar Martin dalam keterangannya, Kamis (19/3).

Pasbata Prabowo Gunungkidul juga mendorong agar Fendi bisa kembali bersekolah dan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait.

“Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan keluarganya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah menyatakan komitmen untuk membantu Fendi kembali bersekolah melalui pendekatan khusus, serta memastikan kedua orang tuanya mendapat penanganan kesehatan yang layak.

Ketua RT setempat, Wahono, menyebut Fendi sempat bersekolah. Namun saat naik dari kelas satu ke kelas dua, kondisi ibunya memburuk, dari kebutaan hingga gangguan saraf yang berujung lumpuh.

“Karena ibunya sakit, Fendi berhenti sekolah. Tidak ada support dari orang tua karena keduanya sakit,” jelas Wahono.

Ayah Fendi juga mengalami gangguan saraf yang membatasi geraknya. Dalam kondisi itu, Fendi menjadi yang paling aktif merawat ibunya.

“Fendi itu selalu merawat ibunya, memegangi, memberi minum. Kehadirannya bisa membuat ibunya tersenyum,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Empat orang tewas dalam kecelakaan di tol Pejagan-Tegal
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Foto: Saat Pecalang Amankan Bali di Hari Raya Nyepi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Siapkan Skema WFH Nasional untuk Tekan Harga BBM, Berlaku Usai Lebaran
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Harus Diadili di Peradilan Umum, Bukan Pengadilan Militer
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Efisiensi Anggaran, Purbaya Bakal Tentukan Persentase Potongan
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.