Misi Gaza Ditunda, Presiden Prabowo Tegaskan Posisi Indonesia

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews - Jakarta 

Lindungi Sipil, Bukan Melucuti Senjata Hamas 

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penegasan krusial terkait arah diplomasi pertahanan Indonesia di tengah eskalasi Timur Tengah. 

Dalam diskusi terbuka "Presiden Prabowo Menjawab" di kediamannya, Bogor, Kamis 19 Maret 2026, ia mengklarifikasi mandat Pasukan Perdamaian Indonesia yang dipersiapkan untuk Gaza, Palestina.

Presiden  menekankan bahwa kehadiran TNI di tanah Palestina bukanlah untuk kepentingan konfrontasi militer terhadap Hamas, melainkan murni misi kemanusiaan.

Garis Tegas 'National Caveats 

Dalam forum tersebut, Presiden menjelaskan konsep national caveats batasan nasional yang dihormati dalam mandat internasional. 

Indonesia secara eksplisit menolak keterlibatan dalam upaya deweaponization atau pelucutan senjata terhadap Hamas.

"Kita tegas, kita tidak mau terlibat dalam aksi militer terhadap Hamas. 

Yang kita mau adalah menjaga rakyat sipil dari serangan mana pun," ujar Presiden Prabowo.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan Indonesia harus didasarkan pada persetujuan kolektif, terutama dari tokoh-tokoh Palestina dan faksi de facto di lapangan.

"Hamas harus menerima kita, karena tujuan kita adalah menjadi peacekeeping force," imbuhnya.

Geopolitik di Titik Nadir 

Meski kesiapan personel telah matang, realitas geopolitik memaksa Jakarta untuk menarik rem darurat. 

Ketegangan terbuka antara Iran dengan aliansi Israel-Amerika Serikat menjadi faktor utama di baliknya.

Secara diplomatis, Indonesia memutuskan untuk menangguhkan (on hold) pengiriman pasukan setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak terkait.

Hal ini dilakukan demi memastikan keselamatan personel dan efektivitas misi di tengah medan yang semakin fluktuatif.

Komitmen 8.000 Personel 

Sebagai bukti keseriusan, Indonesia sebenarnya telah menyiapkan hingga 8.000 personel TNI yang diproyeksikan bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). 

Pasukan ini dirancang untuk menjalankan fungsi stabilisasi kemanusiaan di bawah mandat resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sikap ini mempertegas posisi historis Indonesia yang konsisten membela kemerdekaan Palestina, namun tetap berpijak pada kalkulasi strategis yang matang di panggung global.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tema Khutbah Salat Id PP Muhammadiyah: Ketahanan Pangan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Momen Lebaran Paling Dramatis dalam Sejarah: Covid, Perang-Gerhana
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti
• 8 jam laludisway.id
thumb
Arus Lalu Lintas di GT Cikampek Utama Lancar, One Way hingga Kalikangkung Masih Berlaku
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Idulfitri, Wali Kota Makassar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Perkuat Koordinasi untuk Optimalkan Layanan
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.