Laba Emiten Prajogo Pengestu (BREN) Tembus Rp2,8 Triliun di 2025

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten energi terbarukan Grup Barito, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), membukukan laba bersih konsolidasian tahun berjalan sebesar US$165 juta atau setara Rp2,8 triliun (Kurs Jisdor Rp16.982) sepanjang tahun buku 2025.

Capaian emiten terafiliasi Prajogo Pengestu tersebut mencerminkan kenaikan 6,5% dibandingkan perolehan tahun 2024 yakni US$155 juta. Pertumbuhan laba bersih ini melampaui pertumbuhan pendapatan perseroan, didorong oleh efisiensi pada pos biaya keuangan.

CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan menjelaskan bahwa kinerja solid ini ditopang oleh kontribusi kuat dari portofolio panas bumi, meskipun segmen pembangkit angin menghadapi kondisi yang lebih menantang.

“Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga setelah inisiatif optimalisasi utang yang kami lakukan, perseroan berhasil mencatatkan margin yang lebih kuat dan peningkatan profitabilitas,” ujar Hendra dalam keterbukaan informasi, Jumat (20/3/2026).

Berdasarkan laporan keuangan 2025, BREN meraih pendapatan konsolidasian sebesar US$605 juta, atau tumbuh 1,4% secara tahunan (year on year/YoY) dari posisi US$597 juta pada 2024. Stabilitas pendapatan tersebut utamanya disumbang oleh produksi listrik panas bumi dan kontribusi Unit Binary Salak.

Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat US$518 juta dengan margin EBITDA terjaga di level sebesar 85,6%.

Baca Juga

  • Prajogo Pangestu 'Turun Gunung' Kawal JV Danantara-Chandra Asri (TPIA)
  • Posisi Kekayaan Prajogo Pangestu, Anthoni Salim Cs di Tengah Gonjang-Ganjing AS-Iran
  • Emiten Prajogo Pangestu BREN Tambah Kapasitas Geothermal jadi 926 MW

Pendorong utama lonjakan laba bersih adalah penurunan biaya keuangan atau finance costs sebesar 11,6% YoY menjadi US$119 juta, dari sebelumnya mencapai US$134 juta. Penurunan ini merupakan hasil dari langkah perseroan dalam mengoptimalkan struktur utang sepanjang tahun berjalan.

Dari sisi operasional, BREN mencatat kenaikan kapasitas terpasang bruto menjadi 910 MW pada 2025, naik 2,7% YoY yang berasal dari penyelesaian proyek retrofit Salak sebesar 7,7 MW serta kontribusi Unit Binary Salak.

Perseroan juga melaporkan pengeboran dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding yang mengonfirmasi potensi sumber daya hingga 60 MW. Ke depan, BREN menargetkan kapasitas panas bumi melampaui ambang 1 GW pada 2026.

“Perseroan terus melanjutkan pengembangan Salak Uni 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang keduanya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026,” pungkas Hendra.

Hingga 31 Desember 2025, total aset BREN mencapai US$3,86 miliar dengan posisi liabilitas yang menurun 2,3% YoY menjadi US$2,98 miliar. Hal ini turut memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) perseroan menjadi 2,36 kali dibandingkan dengan 2,90 kali pada tahun sebelumnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas
• 2 jam laludetik.com
thumb
KPK Buka Layanan Lebaran untuk Tahanan, Ada Waktu Bertemu Keluarga
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Serba-serbi Kebijakan Negara Asia Tenggara Sikapi Kenaikan Harga BBM
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menghidupi Dua Generasi: Dilema Sunyi Generasi Sandwich di Era Modern
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Darah Muda yang Bisa Jadi Senjata Mematikan Persebaya Surbaya Musim Depan: Winger PSM Victor Dethan dan Marselino Ferdinan
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.