Sidang yang digelar oleh Komisi Disiplin dan Etika AFC pada Rabu,18 Maret 2026 itu memutuskan Barros bersalah atas pelanggaran serius setelah melakukan tekel keras terhadap bek Ratchaburi FC, Jonathan Khemdee. Insiden tersebut terjadi pada leg kedua yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, 18 Februari 2026.
Akibat pelanggaran keras tersebut, Barros diganjar kartu merah langsung oleh wasit asal Arab Saudi, Majed Al-Shamrani. AFC kemudian mengacu pada Pasal 47 Kode Disiplin dan Etik AFC yang mengatur tentang pelanggaran berat dalam pertandingan.
“Pemain dikeluarkan oleh wasit karena melakukan pelanggaran keras,” tulis AFC dalam pernyataan resminya.
Baca Juga :
Hasil Persib vs Ratchaburi: Menang 1-0 di GBLA, Maung Bandung Tersingkir dari Panggung AsiaSebagai konsekuensi, pemain 31 tahun itu dijatuhi larangan bermain sebanyak dua pertandingan di turnamen antarklub Asia, ditambah satu laga akibat akumulasi kartu merah di kompetisi antarklub Asia. Selain itu, Barros juga dikenai denda sebesar USD1.500 atau setara dengan Rp25 juta yang wajib dibayarkan maksimal 30 hari sejak keputusan diberikan.
Dalam pertandingan tersebut, Persib Bandung memang menang tipis 1-0 atas Ratchaburi FC. Namun, hasil itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan setelah sebelumnya kalah agregat 1-3, sehingga langkah Persib harus terhenti di babak 16 besar ACL Two.
Di sisi lain, laga tersebut juga diwarnai dengan adanya kericuhan suporter. Insiden terjadi setelah peluit panjang dibunyikan, ketika sejumlah pendukung Persib, Bobotoh, masuk ke lapangan dan berusaha mengejar wasit Majed Al-Shamrani yang berlari menuju lorong stadion untuk menyelamatkan diri ke ruang ganti.
Meski terjadi kerusuhan suporter, AFC tidak menjatuhkan sanksi kepada Persib Bandung terkait insiden tersebut. Keputusan ini menegaskan bahwa hukuman hanya diberikan atas pelanggaran individu pemain dalam pertandingan. (Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





