Hikmahanto: Perang di Iran Bisa Berlangsung Lama

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi berlangsung lama, tergantung pada keputusan Kongres AS terkait tambahan anggaran perang.

Hal itu merespons rencana Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menyatakan pemerintah akan mengajukan tambahan anggaran sebesar USD 200 miliar untuk mendukung operasi militer melawan Iran.

“Bila Kongres AS menyetujui, dapat dipastikan perang melawan Iran oleh AS dan Israel akan berlangsung lama,” ujar Hikmahanto dalam keterangannya, Jumat (20/3).

Sebaliknya, Hikmahanto menilai jika usulan anggaran tersebut ditolak, maka konflik berpotensi segera berakhir.

“Namun bila Kongres tidak menyetujui, maka perang akan selesai dan Trump dipaksa mencari exit strategy untuk menyelamatkan mukanya serta memastikan Israel tidak diserang oleh Iran tanpa bantuan AS,” lanjutnya.

Di sisi lain, Hikmahanto menyebut Presiden AS, Donald Trump, juga menghadapi tekanan dari internal. Salah satunya datang dari pejabat yang memimpin Pusat Kontra Terorisme, Joe Kant.

"Hingga saat ini Trump mendapat tentangan dari berbagai pihak, termasuk orang kepercayaannya yang mengepalai Pusat Kontra Terorisme, Joe Kant," kata Hikmahanto.

“Joe bahkan tidak menganggap Iran sebagai ancaman terdekat bagi AS. Ia menilai serangan terhadap Iran merupakan provokasi dari PM Israel Benjamin Netanyahu,” imbuhnya.

Selain itu, kata Hikmahanto, dukungan publik dalam negeri AS terhadap keterlibatan dalam perang juga dinilai lemah. Menurutnya, masyarakat mempertanyakan kepentingan Amerika dalam konflik tersebut.

“Rakyat AS mempertanyakan kepentingan AS dalam perang melawan Iran. Mereka menganggap ini merupakan perang Israel yang ingin diikuti AS,” ujarnya.

Penolakan juga datang dari negara-negara sekutu AS seperti di Eropa, Jepang, dan Australia, yang enggan terlibat dalam pengamanan Selat Hormuz atas permintaan Trump.

Sementara itu, dari pihak Iran, Hikmahanto menilai negara tersebut menunjukkan kesiapan menghadapi konflik jangka panjang.

“Dari pernyataan Menlu Iran, Iran akan meladeni serangan AS dan Israel sampai kapan pun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hikmahanto menyebut Iran juga akan mengambil langkah strategis sebagai bentuk pertahanan.

“Bahkan untuk survival-nya, Iran akan terus menutup Selat Hormuz dan menyerang kilang minyak di negara-negara Teluk sebagai respons atas serangan Israel terhadap fasilitas minyak Iran,” pungkas Hikmahanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terbukti Melanggar Kode Disiplin, Israel Dijatuhi Sanksi Denda Miliaran Rupiah oleh FIFA
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
1.273 Laporan THR Tak Dibayar, Pemerintah Siap Tindak Perusahaan Nakal
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo sebut serangan air keras ke aktivis bentuk terorisme
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Ekonomi Kuba Terpuruk, Tekanan Trump Bikin Devisa Anjlok dan BBM Seret
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Stabilitas Layanan Publik di Masa Mudik: Menjaga Profesionalisme dan Integritas
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.