"Bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten," ujar Mu'ti dalam webinar Pak Menteri Menyapa Pelajar Indonesia Hebat: Liburan Pelajar Edukatif dan Bermutu di YouTube Kemendikdasmen, Jumat, 20 Maret 2026.
Menurut dia, banyak orang keliru menganggap kesuksesan harus dimulai dari sesuatu yang besar dan instan. Padahal, langkah sederhana berulang kali justru menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan prestasi.
“Banyak hal besar itu ditentukan oleh sesuatu yang sangat kecil,” tegas dia.
Ia menjelaskan kebiasaan kecil seperti membaca, mendengar, dan belajar dari lingkungan sekitar dapat menjadi pintu masuk bagi perubahan diri. Hal-hal sederhana ini bila dilakukan rutin akan membentuk pola pikir dan perilaku positif.
Mu’ti menilai perubahan diri sangat bergantung pada kemampuan seseorang dalam mengubah pola pikir atau mindset. Ketika pola pikir berubah, perilaku akan ikut berubah dan pada akhirnya membentuk kepribadian.
“Kalau mindset kita berubah, perilaku kita akan berubah, dan itu akan membentuk kepribadian kita,” jelas dia.
Baca Juga :
Jangan Cuma Ikut Arus! Pelajar Harus Mampu Tentukan Arah PerubahanDia juga mengingatkan proses perubahan tidak bisa dilakukan secara instan. Ia mengibaratkan perjalanan menuju kesuksesan layaknya lari maraton, yang membutuhkan konsistensi dan ketahanan, bukan sekadar kecepatan sesaat.
Selain itu, pelajar juga didorong untuk terus belajar dari pengalaman, termasuk dari kegagalan. Menurut dia, kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses menjadi lebih baik.
“Orang hebat bukan mereka yang tidak pernah jatuh, tapi mereka yang bisa bangkit dari pengalaman,” ujar dia.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan baik sejak dini. Meski terlihat sederhana, kebiasaan secara konsisten akan memberikan dampak besar dalam jangka panjang.
Dalam konteks ini, Mu’ti mengajak pelajar untuk mulai dari hal-hal yang paling mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan positif akan terbentuk bertahap dengan langkah kecil namun pasti.
Di era yang penuh disrupsi, kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus berkembang menjadi kunci utama. Pelajar yang mampu menjaga konsistensi dalam kebiasaan baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan.
“Perubahan itu tidak harus selalu besar, yang penting adalah konsisten untuk menjadi lebih baik,” ujar Mu’ti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)





