REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan penanganan arus mudik 2026 dilakukan dengan pendekatan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Perbedaan itu tampak dari skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan sejak awal puncak arus mudik pada Rabu (18/3/2026).
Agus menjelaskan evaluasi bersama para pemangku kepentingan menunjukkan kondisi arus mudik secara umum tetap terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan. Rekayasa lalu lintas disesuaikan dengan lonjakan tersebut agar pergerakan tetap lancar hingga tujuan.
Baca Juga
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
Gerak Cepat Kemenhub Urai Antrean di Pelabuhan Gilimanuk
Untuk Pertama Sejak 1967, Al Aqsa Ditutup di Akhir Ramadhan, tak Laksanakan Sholat Id
Arus mudik cukup terkendali. Tahun ini memang berbeda. Jika dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan sekitar 4,62 persen, dari 258 ribu menjadi 270 ribu kendaraan pada hari puncak. Oleh karena itu, penanganannya juga berbeda,” kata jenderal bintang dua ini, di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Jumat (20/3/2026).
Menurut Agus, peningkatan volume kendaraan membuat kepolisian menerapkan langkah lebih agresif. Pada puncak arus mudik, contraflow diberlakukan hingga tiga lajur dengan memanfaatkan bahu jalan di sejumlah titik strategis.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Skema tersebut diterapkan mulai dari KM 36 hingga KM 70. Setelah melewati titik itu, arus lalu lintas kembali lancar dan pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan aman menuju tujuan masing-masing.
“Pada puncak arus, kami sampai menutup bahu jalan dan menerapkan contraflow dari KM 36 hingga KM 70 sampai tiga lajur. Setelah KM 70 kondisi relatif lancar, alhamdulillah pemudik bisa sampai tujuan dengan selamat,” ujar Agus.