JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyebut ada sejumlah pejabat yang merasa dirinya tidak tersentuh (untouchable) hingga lembaga negara yang tidak boleh diaudit.
Prabowo menegaskan, pejabat dan lembaga tersebut akan dibersihkan di era pemerintahannya.
"Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable. Ada lembaga-lembaga yang merasa nggak boleh diaudit," kata Prabowo saat diskusi bersama para jurnalis dan pakar yang tayang Kamis (19/3/2026), dikutip dari Kompas TV.
Baca juga: Lebaran di Sumatera, Presiden Prabowo Takbiran di Medan dan Shalat Id di Aceh
Dia menyebut, sejumlah direktur jenderal (dirjen) yang tak tersentuh itu juga sudah dipecat.
"Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani ngelawan menteri. Akhirnya kita pecat kan banyak sekali dirjen-dirjen," ucap Prabowo.
Kepala Negara menegaskan, langkah membersihkan pejabat dan lembaga tersebut tidaklah mudah.
Namun, ia berkomitmen untuk membersihkan oknum pejabat tersebut.
"Ini sedang saya, ini pekerjaan tidak ringan. Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh, atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat. Ya ini pekerjaan saya, saya dilantik untuk itu, saya bersihkan," ucapnya.
Di kesempatan ini, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum demi rakyat Indonesia.
Baca juga: Presiden Prabowo Targetkan 3.000 Jembatan Rampung di Awal 2027
Dia mencontohkan, salah satu lembaga negara yang sedang dibersihkan Prabowo adalah BUMN.
"BUMN saya sedang bersihkan. BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang