Presiden Prabowo Subianto menegaskan kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat tidak akan berdampak pada sektor pendidikan maupun biaya operasional.
“Jadi maaf ya, ada yang dramatisasi penghematan. Nggak, kita tidak kurangi biaya pendidikan, apa pun tidak kita kurangi. Kita tidak kurangi biaya operasional,” ujar Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab bersama jurnalis senior dan pengamat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3).
Prabowo juga menyinggung adanya sejumlah tanggung jawab yang seharusnya dijalankan pemerintah daerah, namun belum terlaksana sehingga pemerintah pusat harus turun.
“Justru maaf ya, kita buka-bukaan aja. Saya berani, jangan nantang-nantang pemerintah pusat. Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi, tidak dilaksanakan,” kata dia.
Sebagai contoh, Prabowo menyoroti persoalan infrastruktur di daerah yang masih membutuhkan perhatian, seperti pembangunan jembatan desa.
“Contoh tadi jembatan, jembatan desa, rakyat harus teriak. Presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya di bupati? Ke mana gubernur?” katanya.
Meski demikian, Prabowo menyatakan pemerintah pusat siap mengambil alih tanggung jawab jika diperlukan, demi memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Tapi okelah, saya ambil alih tanggung jawab. Ya jadi kita nih harus terbuka, kita harus fair,” tuturnya.




