Hujan Deras Tak Halangi 8.000 Jamaah Salat Id di Unismuh Makassar

terkini.id
6 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak subuh tidak menyurutkan antusiasme umat Islam untuk menunaikan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat, 20 Maret 2026.

Sekitar 8.000 jamaah tetap memadati kawasan kampus, meski lokasi pelaksanaan akhirnya dipindahkan ke dalam ruangan akibat cuaca.
Awalnya, Salat Id direncanakan berlangsung di pelataran kampus. Namun karena hujan tak kunjung reda, panitia memindahkan pelaksanaan ke Balai Sidang Muktamar dan Masjid Subulussalam Al-Khoory Unismuh Makassar.

Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Makassar, tetapi juga dari Kabupaten Gowa dan sejumlah daerah sekitar.

Sejak pagi, kawasan kampus dipenuhi warga yang datang untuk menunaikan ibadah di hari kemenangan.

Sekitar 8.000 Jamaah Ikuti Salat Id di Unismuh Makassar

Pelaksanaan Salat Idulfitri di Unismuh Makassar turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, serta sejumlah tokoh publik dan nasional.

Tampak hadir di antaranya Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda, Ketua PWM Sulsel Prof Ambo Asse, Wakil Ketua PWM Sulsel Dr Muh Syaiful Saleh, hingga anggota DPR RI seperti Dr Ashabul Kahfi dan Drs Muslimin Bando, M.Pd.

Kehadiran ribuan jamaah di tengah guyuran hujan menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam menyambut Idulfitri, sekaligus menjadikan Unismuh Makassar sebagai salah satu pusat pelaksanaan Salat Id yang dipadati warga pada 1 Syawal 1447 H.

Khatib Tekankan Pentingnya Akhlak Mulia
Dalam khutbah Idulfitri, Dr KH Mawardi Pewangi menegaskan bahwa ibadah tidak boleh berhenti pada ritual semata, melainkan harus melahirkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

“Ibadah sejatinya adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah yang tercermin dalam hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan,” ujar Mawardi dalam khutbahnya.

Menurut dia, tujuan utama puasa Ramadan adalah membentuk pribadi yang bertakwa, bukan hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu menahan amarah, memaafkan, dan menebarkan kebaikan di tengah kehidupan sosial.

Ia juga menyoroti tantangan kehidupan modern, terutama kehadiran media sosial yang kerap menjadi ruang lahirnya konflik, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang tidak benar.

“Di tengah kehidupan yang serba terbuka, diperlukan benteng iman, ilmu, dan akhlak mulia. Jangan sampai ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa memberi dampak pada perilaku,” katanya.

Mawardi menambahkan, kualitas keimanan seseorang sangat ditentukan oleh akhlaknya. Karena itu, momentum Idulfitri harus dijadikan titik awal untuk memperbaiki kualitas diri, baik dalam relasi dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

Dalam khutbahnya, ia juga mengajak generasi muda Muslim agar tampil sebagai pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijak dan berkeadaban.

Idulfitri Dimaknai sebagai Kemenangan Spiritual
Usai pelaksanaan Salat Id, Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar penanda berakhirnya bulan Ramadan, tetapi juga momentum kemenangan spiritual setelah umat Islam berjuang menahan hawa nafsu selama sebulan penuh.

“Idulfitri adalah hari kemenangan setelah umat Islam berjuang melawan hawa nafsu. Ini bukan hanya tentang kembali makan, tetapi kembali pada kehidupan yang lebih baik, lebih suci, dan lebih mulia,” ujar Abd Rakhim Nanda.

Menurutnya, Idulfitri harus dimaknai sebagai momentum kembali kepada fitrah, mempererat ukhuwah Islamiyah, saling memaafkan, serta membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.

Ia juga menyinggung adanya perbedaan penetapan hari raya yang menurutnya merupakan bagian dari dinamika pemikiran keagamaan. Perbedaan itu, kata dia, lahir dari metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

“Perbedaan itu tidak menjadi persoalan, justru menunjukkan dinamika dalam berpikir. Ke depan, diharapkan dialog keagamaan yang dipadukan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dapat menemukan titik temu,” katanya.

Abd Rakhim menambahkan, Muhammadiyah pada tahun ini telah menerapkan kalender Hijriah global tunggal dengan satu matla’ untuk seluruh dunia, sehingga penentuan 1 Syawal berlaku seragam di berbagai belahan dunia.

Pesan Persaudaraan dan Kedewasaan Menyikapi Perbedaan

Pelaksanaan Salat Id di Unismuh Makassar tahun ini tidak hanya menjadi pusat ibadah bagi ribuan jamaah, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya akhlak, persaudaraan, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.

Meski diguyur hujan deras, semangat jamaah untuk hadir dan beribadah bersama tetap tinggi. Dari momen ini, Idulfitri di Unismuh Makassar menjadi gambaran bahwa kemenangan Ramadan seharusnya tercermin dalam perilaku yang lebih baik, hubungan sosial yang lebih harmonis, dan semangat menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebih dari 3 Juta Orang Mudik Naik Pesawat Jelang Lebaran 2026
• 30 menit lalubisnis.com
thumb
Modual Nekad Resmi Pamit, Tembus 353 Ribu Penonton
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Aturan Baru Terbit, SPPG Wajib Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Ginting Petik Pelajaran dari Chou Tien Chen diOrleans Masters 2026
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
‎Jelang Timnas Indonesia Main di FIFA Series 2026, Menpora Sidak Langsung GBK dan Stadion Madya: Siap Digunakan?
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.