Korlantas Polri menyatakan situasi arus mudik tahun ini berjalan cukup terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Kelancaran ini diklaim sebagai hasil dari penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang lebih dinamis di titik-titik krusial.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan yang melintas selama periode mudik kali ini mencapai 270.000 unit, naik dari angka 258.000 pada tahun sebelumnya, pada periode yang sama.
"Arus mudik cukup terkendali ya. Jadi memang tahun ini cukup beda, karena kalau kita bandingkan arus mudik pada tahun yang lalu, ada peningkatan yang cukup lumayan. Jadi 4,62% dari 258.000 menjadi 270 (ribu)," ujar Agus di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Utara, Jumat (20/3).
Agus menjelaskan bahwa tingginya volume kendaraan di puncak arus menuntut penanganan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Polisi bahkan sempat melakukan diskresi ketat dengan menutup tol layang MBZ dan mempertebal lajur contraflow.
"Oleh sebab itu, treatment untuk arus mudik ini beda sama yang lalu. Kalau kemarin itu ada parameter contraflow lajur 1, lajur 2, ini karena cukup tinggi puncak arusnya, kami sampai menutup MBZ. Dan kami lakukan contraflow dari (KM) 36, 47, 48 hingga 70 sampai 3 lajur," jelasnya.
Langkah-langkah tersebut terbukti efektif mengurai kepadatan, sehingga arus lalu lintas setelah KM 70 dilaporkan lancar hingga ke titik tujuan para pemudik.
"Setelah (KM) 70 tentunya lancar. Alhamdulillah para pemudik sudah sampai ke tujuannya dengan selamat," tambah Agus.
Seiring dengan kondisi lalu lintas yang mulai melandai, Korlantas akhirnya memutuskan untuk menghentikan rekayasa one way nasional dan mengembalikan arus ke kondisi normal.
"Hari ini kami evaluasi bahwa kondisi arus cukup landai, cukup terkendali. Oleh sebab itu, atas seizin Bapak Kapolri, untuk arus mudik atau one way nasional sementara kami nyatakan ditutup pada pukul 13.22 menit yang lalu. Jadi sekarang kondisi lalu lintas normal, baik yang mengarah ke Jakarta termasuk yang mengarah ke Semarang," pungkasnya.





