JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Prabowo Subianto mengaku telah mengabaikan daerah punya dana desa untuk membangun infrastruktur saat menerima video seorang siswi kelas 12 di Nias melewati sungai untuk pergi ke sekolah.
Hal itu diungkapkan Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Jurnalis Senior, Ahli, hingga Ekonom di Hambalang yang ditayangkan di YouTube dengan judul Presiden Prabowo menjawab, Jumat (20/3/2026).
“Sebetulnya dana desa sudah kita keluarkan ke desa, dan jembatan-jembatan yang gantung itu harganya Rp300 juta, Rp400 juta,Rp500 juta, katakana lah yang 100 meter panjangnya Rp800 juta,” ucap Prabowo.
“Dan mereka terima Rp1 miliar 1 tahun, kan bisa dia cicil 3 tahun, 4 tahun, sudahlah saya tidak mau tanya kemana dana desa, anak-anak teriak. Dia teriak, saya jawab.”
Baca Juga: Pengamat Sebut Pertemuan Prabowo-Megawati Tepis Anggapan PDIP Ganggu Pemerintahan
Bahkan, kata Prabowo, saat ini perintahannya membentuk satuan tugas untuk membangun jembatan-jembatan selain di daerah bencana.
“Dia laporkan yang paling mendesak 3.000 titik. Tapi insyaAllah awal 2027 selesai 3.000 titik semua provinsi,” kata Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan pemerintahannya yang dijalankannya tidak pernah anti-kritik jika itu disampaikan berdasarkan satu fakta dan fenomena.
“Contoh ya, contoh yang saya anggap informasi dari lapangan justru dari anak-anak. Suatu saat saya kaget itu, tahun berapa ya, mungkin satu tahun yang lalu ya,” ungkap Prabowo.
“Saya dikasih liat, Pak, Pak, Pak, ini ada anak-anak di Nias, ini nih, saya ingetin nama ternyata baru setahun, coba ada suaranya nggak, dia teriak, nama saya dipanggil.”
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- prabowo bangun jembatan
- satgas jembatan
- dana desa
- prabowo bangun 3000 jembatan




