Prabowo: Kita Tidak Boleh Lagi Ekspor Bahan Mentah

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, ke depan, Indonesia tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah.

Dia menegaskan, sumber daya alam (SDA) di Indonesia harus diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

“Saya ingin hilirisasi, that’s the only way (itu satu-satunya cara). Kita tidak boleh ekspor lagi bahan mentah, kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan produk industri yang bernilai tinggi,” kata Prabowo, dalam diskusi bersama jurnalis dan para pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip tayangan ulang di YouTube Kompas TV, Jumat (20/3/2026).

Prabowo mengatakan, Indonesia harus bertransformasi.

Baca juga: Prabowo Peringatkan Pemda: Jangan Nantang Pusat

Saat ini, banyak uang di Indonesia yang berujung lari ke luar negeri.

Padahal, Indonesia adalah negara yang kaya dan punya semua SDA yang dibutuhkan.

Hanya saja, Indonesia tidak punya teknologi untuk mengolah SDA itu menjadi komoditas yang bisa dijual lagi.

Prabowo menyebutkan, pemerintahannya telah memetakan kebutuhan industri sesuai komoditas yang dimiliki Indonesia.

Baca juga: Prabowo Berencana Bangun Pabrik Mobil: Kenapa Kita Harus Jadi Pasar Orang Lain?

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Untuk kita industrialisasi, kita harus melakukan ratusan pabrik, itu yang kita sebut pohon industri. Itu sudah kita map out (petakan). We have a plan (kami punya rencana). Pohon industri untuk semua komoditas yang kita punya,” ujar Prabowo.

Industri-industri ini yang nantinya diharapkan menciptakan lapangan kerja dan menyelesaikan masalah pengangguran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Sanksi yang Diberikan FIFA kepada Israel usai Dilaporkan Palestina: Teguran Keras hingga Denda
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Mojtaba Khamenei Janjikan Pembalasan atas Kematian Ali Larijani, Sebut Iran Menjadi Lebih Kuat
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kosta Rika Putus Hubungan dengan Kuba, Perintahkan Penutupan Kedutaan di Havana
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Anggota DPR Nilai Kebijakan WFH untuk Respon Kenaikan Harga Minyak Dunia Perlu Dikaji
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
H-1 Lebaran, Arus Mudik di Tol Cipali Melandai
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.