JAKARTA, KOMPAS.TV - Arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan mencapai puncaknya pada Selasa, 24 Maret. Lonjakan jumlah kendaraan diperkirakan terjadi secara signifikan seiring berakhirnya masa libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono mengungkapkan tanggal tersebut menjadi titik krusial arus balik tahun ini.
“Prediksi kami pada arus balik nanti adalah di tanggal 24 Maret,” kata Rivan di Gedung JMTC Jasa Marga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (14/32026), seperti dikutip Antara.
Tak hanya satu gelombang, Jasa Marga memproyeksikan lonjakan jumlah kendaraan lanjutan akan terjadi pada Sabtu, 28 Maret dan Minggu, 29 Maret. Kondisi ini membuat pemudik diimbau lebih cermat dalam menentukan waktu perjalanan kembali.
Baca Juga: One Way Nasional Tol Trans Jawa Resmi Dihentikan, Lalu Lintas Kembali Normal
Untuk mengurai kepadatan, masyarakat disarankan memanfaatkan periode 26-27 Maret yang dinilai lebih landai. Pada tanggal tersebut juga tersedia insentif berupa potongan tarif tol sebesar 30 persen.
“Diatur perencanaan yang baik dengan waktu yang tepat. Lihat kepadatan jalan sehingga betul-betul menikmati kembali dalam arus balik nanti, selamat sampai tujuan,” kata Rivan.
WFA Jadi Kunci Sebaran Arus Balik
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menilai kebijakan work from anywhere (WFA) dapat membantu mengurai penumpukan kendaraan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- arus balik
- jasa marga
- mudik 2026
- lebaran 2026
- mudik lebaran 2026
- arus balik lebaran





