Aceh Taming, Aceh (ANTARA) - Penyintas bencana banjir di Desa Babo, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, mendapat bantuan 25 unit hunian tetap (huntap) dari Yayasan Caritas milik Gereja Katolik untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang rusak akibat bencana.
"Dari Yayasan Caritas akan memberi 50 unit untuk Babo 25 unit dan Lubuk Idup 25 unit," kata Kepala Desa Babo Khairi Ramadhan kepada ANTARA di Aceh Tamiang, Jumat.
Dia menjelaskan, jumlah rumah warga di Desa Babo yang rusak akibat bencana banjir pada 26 November 2025 mencapai 400-an unit.
Saat ini, kata dia, pemerintah telah membangun sebanyak 100 unit hunian sementara serta belasan unit dari pihak swasta seperti Dedikasi Foundation, Komunitas Vespa, dan WIS.
Khairi mengatakan bahwa selanjutnya, bantuan hunian akan bertambah lagi dari pihak Yayasan Caritas sehingga akan sangat membantu kebutuhan warga untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Dia menjelaskan bahwa pertemuan dengan pihak Yayasan Caritas di Medan, Sumatera Utara, untuk berkoordinasi terkait bantuan hunian tersebut telah dilakukan. Selanjutnya, pihak yayasan akan datang ke Aceh Tamiang yang direncanakan pada 25 Maret mendatang untuk bertemu dengan pemerintah.
Khairi mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan pihak yayasan, ia juga telah menekankan pentingnya memastikan agar bantuan tersebut benar-benar menyasar warga yang belum sama sekali memiliki tempat tinggal.
"Harus ada komitmen bagaimana caranya agar ada surat pernyataan dari setiap penerima yang mendapat bantuan agar tidak lagi menerima bantuan hunian tetap dari pemerintah maupun swasta lainnya," katanya.
Ia mengaku tidak menginginkan warga penerima bantuan hunian selanjutnya menuntut untuk mendapatkan bantuan lagi dari pemerintah sehingga semua warga yang terdampak banjir bisa mendapatkan hunian.
Baca juga: Warga Babo Aceh musnahkan semua pohon durian yang terdampak banjir
Baca juga: PMI beri bantuan tunai Rp2,3 miliar untuk korban banjir Aceh Tamiang
Baca juga: Penyintas bencana di Desa Babo Aceh beralih profesi jadi buruh kayu
"Dari Yayasan Caritas akan memberi 50 unit untuk Babo 25 unit dan Lubuk Idup 25 unit," kata Kepala Desa Babo Khairi Ramadhan kepada ANTARA di Aceh Tamiang, Jumat.
Dia menjelaskan, jumlah rumah warga di Desa Babo yang rusak akibat bencana banjir pada 26 November 2025 mencapai 400-an unit.
Saat ini, kata dia, pemerintah telah membangun sebanyak 100 unit hunian sementara serta belasan unit dari pihak swasta seperti Dedikasi Foundation, Komunitas Vespa, dan WIS.
Khairi mengatakan bahwa selanjutnya, bantuan hunian akan bertambah lagi dari pihak Yayasan Caritas sehingga akan sangat membantu kebutuhan warga untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Dia menjelaskan bahwa pertemuan dengan pihak Yayasan Caritas di Medan, Sumatera Utara, untuk berkoordinasi terkait bantuan hunian tersebut telah dilakukan. Selanjutnya, pihak yayasan akan datang ke Aceh Tamiang yang direncanakan pada 25 Maret mendatang untuk bertemu dengan pemerintah.
Khairi mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan pihak yayasan, ia juga telah menekankan pentingnya memastikan agar bantuan tersebut benar-benar menyasar warga yang belum sama sekali memiliki tempat tinggal.
"Harus ada komitmen bagaimana caranya agar ada surat pernyataan dari setiap penerima yang mendapat bantuan agar tidak lagi menerima bantuan hunian tetap dari pemerintah maupun swasta lainnya," katanya.
Ia mengaku tidak menginginkan warga penerima bantuan hunian selanjutnya menuntut untuk mendapatkan bantuan lagi dari pemerintah sehingga semua warga yang terdampak banjir bisa mendapatkan hunian.
Baca juga: Warga Babo Aceh musnahkan semua pohon durian yang terdampak banjir
Baca juga: PMI beri bantuan tunai Rp2,3 miliar untuk korban banjir Aceh Tamiang
Baca juga: Penyintas bencana di Desa Babo Aceh beralih profesi jadi buruh kayu





