Amalan Malam dan Hari Raya Idul Fitri: Sunah yang Sering Terlupakan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Malam Idul fitri sering kali diisi dengan kesibukan: menyiapkan makanan, membersihkan rumah, hingga berkumpul bersama keluarga. Namun di tengah suasana tersebut, ada satu hal yang justru sering terlewat menghidupkan malam hari raya dengan ibadah.

Padahal, dalam ajaran Islam, malam Idul fitri bukan sekadar penutup Ramadan, melainkan salah satu momen istimewa yang dianjurkan untuk diisi dengan doa dan ibadah. Sayangnya, tidak sedikit yang lebih sibuk merayakan, tetapi lupa memaknai.

Menghidupkan Malam Hari Raya dengan Ibadah

Dalam tradisi Islam, malam hari raya termasuk salah satu waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Para ulama sejak dahulu memuliakan malam-malam tertentu dalam setahun, termasuk malam Idul fitri, dengan mengosongkan diri untuk beribadah.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ada malam-malam tertentu di mana doa tidak tertolak, di antaranya malam Idul fitri dan idul adha. Hal ini menunjukkan bahwa malam hari raya memiliki keutamaan tersendiri sebagai waktu untuk bermunajat kepada Allah.

Namun, penting untuk dipahami bahwa doa yang dikabulkan adalah doa yang dilakukan dengan penuh adab, kekhusyukan, dan ketulusan hati.

Menjaga Hati di Malam Hari Raya

Selain memperbanyak ibadah, menjaga kondisi hati juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Sebagian orang mungkin merasa senang karena Ramadan telah berakhir. Padahal, para ulama mengingatkan bahwa bergembira atas berlalunya bulan Ramadan bukanlah sikap yang tepat.

Seorang Muslim seharusnya merasa sedih karena kehilangan bulan yang penuh keberkahan, sekaligus berharap agar seluruh amal ibadah yang telah dilakukan dapat diterima oleh Allah.

Sunah pada Hari Raya

Hari raya Idul fitri juga memiliki beberapa amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan.

Pertama, disunahkan mandi sebelum melaksanakan salat Idul fitri. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما bahwa Rasulullah SAW mandi pada hari Idul fitri dan Kepada.

Kedua, dianjurkan memakai wewangian terbaik yang dimiliki. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tampil bersih dan harum sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya.

Ketiga, mengenakan pakaian terbaik. Warna putih sering dianggap utama, namun pada dasarnya yang terpenting adalah berpakaian rapi, bersih, dan pantas sebagai bentuk syukur.

Hari Raya sebagai Momentum Spiritual

Hari raya bukan hanya tentang kebahagiaan lahiriah, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Ini adalah momen untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Dengan demikian, menghidupkan malam dan hari raya dengan ibadah serta menjaga adab yang diajarkan dalam Islam merupakan bentuk kesempurnaan dalam menyambut Idul fitri.

Hari raya bukan hanya tentang kembali bersih, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga kebersihan hati setelah Ramadan pergi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FIFA sanksi Israel atas aduan Palestina
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Makan 5 Buah ini Ampuh Turunkan Asam Urat Tinggi
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polres Bogor Serahkan Lagi 4 Unit Renovasi Rutilahu, Kado Lebaran untuk Warga
• 22 jam laludetik.com
thumb
Wayang Alien Jadi Media Kritik, Angkat Isu Kerusakan Lingkungan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Arus Logistik Lebaran Dijaga, Pelindo Multi Terminal Operasi Penuh
• 16 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.