Tetap Bisa Raih Pahala di Hari Raya, Ini 6 Amalan Perempuan Haid saat Idulfitri

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Hari Raya Idulfitri menjadi momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

Di hari yang penuh kebahagiaan ini, umat Muslim biasanya melaksanakan salat Idulfitri atau salat Ied sebagai salah satu ibadah utama. Namun, bagi sebagian perempuan yang sedang mengalami haid, momen ini terkadang menimbulkan rasa sedih karena tidak dapat mengikuti salat Id secara langsung.

Meski demikian, perempuan yang sedang haid tetap memiliki kesempatan untuk meraih pahala dan keberkahan di hari raya. Islam memberikan berbagai amalan yang tetap bisa dilakukan meskipun dalam kondisi tersebut. Amalan untuk Perempuan Haid saat Hari Raya Idulfitri Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh perempuan haid saat Idulfitri.

1. Mandi di Hari Raya Idulfitri

Walaupun tidak melaksanakan salat Id, perempuan yang sedang haid tetap dianjurkan untuk mandi pada hari raya. Hal ini merupakan salah satu sunah yang membawa pahala serta mencerminkan kebersihan saat merayakan Idulfitri.

“Bagi kalian para wanita yang sedang haid, tidak ada larangan untuk mandi sunnah. Hal ini malah baik dilakukan karena kita akan berkumpul bersama saat ibadah sholat Idulfitri dalam keadaan suci dan juga bersih.”
 

Baca Juga :

Jangan Lewatkan! Ini 7 Amalan Sunah di Hari Raya Idulfitri

2. Sarapan Sebelum Salat Id

Pada Hari Raya Idulfitri, umat Islam disunahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id. Anjuran ini juga berlaku bagi perempuan yang sedang haid.

Hal ini juga telah dijelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi sebagai berikut: Abu Buraidah radhiyallahu'anhu mengatakan bahwa: "Nabi SAW tidak keluar rumah untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri melainkan setelah makan, tapi pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan melainkan setelah menyembelih (hewan kurban)". (HR Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah)

3. Berzikir

Zikir menjadi salah satu amalan yang tetap dapat dilakukan oleh perempuan haid. Dengan berdzikir, seseorang dapat terus mengingat Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya. Hal ini sebagaimana yang diceritakan oleh Ummu Athiyah ra.

“Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, juga para gadis dan wanita pingitan. Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati posisi di belakang jamaah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama mereka."

4. Mendengarkan Khutbah Salat Id

Perempuan yang sedang haid tetap dianjurkan untuk hadir di lokasi salat Id, meskipun tidak ikut melaksanakan salat. Mereka dapat berada di tempat terpisah untuk menyimak khutbah.

Ulama besar Imam As-Syaukani juga menjelaskan anjuran tersebut:

“Ketahuilah bahwasanya Nabi SAW terus-menerus mengerjakan dua shalat Ied ini dan tidak pernah meninggalkannya satu pun dari beberapa Ied. Nabi SAW memerintahkan umatnya untuk keluar padanya, hingga menyuruh wanita, gadis-gadis pingitan dan wanita yang haid".
 

Baca Juga :

Hukum Memakai Baju Baru saat Lebaran Idulfitri, Sunah atau Wajib?

5. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Bersih

Saat Hari Raya Idulfitri, perempuan yang sedang haid tetap dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik dan bersih sebagai bentuk kebahagiaan.

Hal ini seperti yang disampaikan dalam sebuah hadis berikut, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki dan menyembelih kurban termahal yang mampu kami sediakan." (HR. Hakim).

Namun demikian, perempuan Muslimah tetap harus menjaga syariat dengan mengenakan pakaian yang menutup aurat dan tidak berlebihan dalam berhias.

6. Berselawat

Amalan lain yang bisa dilakukan adalah berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. Salawat dapat dilakukan kapan saja dan memiliki banyak keutamaan.

“Barang siapa di antara umatmu (Muhammad) yang bersalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula." (HR Ahmad).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Brasil Resmi Batasi Akses Medsos Anak, Wajib Verifikasi Usia Ketat
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramalan Shio 20 Maret 2026: Kuda, Kerbau, Macan dan Monyet
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polda Metro Kerahkan 1.810 Personel Amankan Malam Takbiran
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
JELAJAH LEBARAN 2026: Puncak Mudik, 140.000 Kendaraan Lewati Cirebon
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Foto: Lautan Umat Muslim Salat Idul Fitri di Masjidil Haram
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.