Takbir dilantunkan tanpa henti seiring dengan suara bedug yang ditabuh. Bedug-bedug ini mengitari Bundaran HI, Jakarta, yang terus-menerus ditabuh walaupun gerimis mengguyur, pada Jumat (20/3) malam.
Pejalan kaki berlalu-lalang di area ini. Sebagian dari mereka nampak menyaksikan bedug-bedug ditabuhkan.
Tidak ada satu kendaraan pun terlihat, sebab akses ke Bundaran HI pada malam ini ditutup dari berbagai jalan. Pada malam takbir kali ini, di tengah hujan, para pengunjung terlihat menikmati area Bundaran HI.
Berdasarkan pantauan kumparan pukul 20.11 WIB, hujan yang mengguyur Jakarta mulai mereda. Seiring itu, para pengunjung semakin ramai memenuhi Bundaran HI.
Di tengah bedug yang terus ditabuh dan kumandang takbir, air mancur sebagai titik tengah Bundaran HI memunculkan aneka warna melalui lampu-lampunya.
Bentuk dari bedug-bedug yang berada di sini pun nampak variatif. Mulai dari ukuran yang kecil, bentuknya yang oval, hingga berbentuk peluru.
Bedug peluru itu berasal dari tim bedug Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Salah satu anggotanya, Zaim (37) mengatakan tim bedugnya ini berasal dari PPSU Tambora.
Jumlah bedug yang dibawa pun tak main-main yaitu kisaran 60-70 bedug. Dengan personel mencapai ratusan orang.
"Bedugnya kira-kira ada 60 sampai 70-an. Orangnya sekitar 400 sampai 500," ujar Zaim kepada kumparan.
Selain itu, tepat di depan Halte Bundaran HI terdapat panggung yang telah disiapkan. Momen ini dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk berfoto.





