Petaka di Pengujung Ramadhan, Bocah di Semarang Tewas Akibat Ledakan Petasan

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Nyawa Gilang (9), warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah melayang sia-sia akibat ledakan bahan petasan pada Jumat (20/3/2026) dini hari. Polisi menyelidiki jaringan penjualan bahan petasan yang memasarkan produknya secara daring tersebut.

Petaka terjadi di pengujung Ramadhan, Jumat sekitar pukul 01.00 di sebuah rumah di Tambakrejo. Sebagian warga yang sedang beristirahat tiba-tiba dikagetkan dengan suara ledakan. Tak lama setelah itu, kepulan asap menyelimuti rumah yang menjadi sumber ledakan tersebut.

Ahmad Rifai, ketua rukun tetangga setempat mengatakan, dirinya langsung bergegas mendatangi lokasi. Rifai kaget, rumah itu rusak cukup parah, terutama di bagian dalam dan toko kelontong. Atap rumah itu juga roboh akibat ledakan.

Baca JugaEmpat Kasus Ledakan Petasan di Jateng dalam Sepekan, Korban Luka Berjatuhan

"Warga langsung beramai-ramai mendatangi rumah itu. Sebagian masuk ke dalam rumah untuk membantu mengevakuasi orang-orang yang ada di dalam rumah," kata Rifai, Jumat.

Di dalam rumah, warga mendapati Rela (25) dan Rondiyah (50) dalam kondisi luka-luka. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi untuk mendapatkan penanganan medis. Usai ditangani, keduanya diperbolehkan pulang.

Adapun Gilang yang merupakan cucu Rondiyah sempat dicari-cari warga dan baru ditemukan sejam kemudian. Gilang yang saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia ternyata berada di bawah meja makan. Jenazahnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.

Usai mendapatkan laporan mengenai kejadian tersebut, polisi mendatangi rumah itu dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga menyisir rumah tersebut dan menyita sejumlah barang bukti, termasuk bahan petasan dan kembang api yang diduga menjadi penyebab ledakan.

"Hasil pendalaman sementara mengarah pada dugaan adanya bahan petasan yang disimpan di dalam rumah. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber pasti ledakan," kata Kepala Seksi Humas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang, Komisaris Agung Setiyo Budi.

Agung mengatakan, penyidik telah meminta keterangan dari enam saksi untuk mendalami peristiwa itu. Polrestabes Semarang juga berkoordinasi dengan tim Gegana dan Laboratorium Forensik Polda Jateng untuk pemeriksaan lanjutan.

Berdasarkan keterangan para saksi, bahan petasan yang meledak itu dibeli oleh seorang anak berinisial T yang merupakan cucu Rondiyah. T yang saat ledakan terjadi sedang berada di luar rumah mengaku membeli bahan petasan itu secara daring.

Bahan petasan itu disebut disimpan di dalam toples dan diletakkan di bawah meja yang di atasnya terdapat penanak nasi. Agus mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan maupun merakit petasan. Sebab, hal itu berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Baca JugaTersangka Pemilik 30 Kilogram Bubuk Petasan di Banyumas Membeli secara Daring

Kepala Polrestabes Semarang Brigadir Jenderal M Syahduddi mengatakan, pihaknya bakal mendalami jaringan perdagangan dan peredaran bahan petasan tersebut. Berdasarkan Pasal 306 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023, orang yang terbukti membuat, memiliki, menyimpan maupun mengedarkan bahan peledak bisa terancam pidana penjara 15 tahun.

"Kami sedang melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap dari mana yang bersangkutan mendapatkan bahan peledak tersebut. Kami juga dalami jaringannya termasuk untuk pengedarnya atau pemasoknya," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amalan Idul Fitri Mulai Subuh Hingga Usai Sholat Ied
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rahasia Pemimpin Hidup Penuh Pesta di Pulau Tanpa Terlihat Rakyat
• 15 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Soroti Kesiapan Iran Hadapi Perang: Siap Perang Lawan Kekuatan Sangat Besar
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Prabowo, Didit, dan Titiek Soeharto Kumpul Jelang Lebaran, Ada Bobby Kertanegara Juga
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Satpol PP Bersihkan Pantai Air Manis dari Bangunan Ilegal
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.