Malang: Arus lalu lintas di sejumlah pintu tol wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mulai melandai pada H-1 Lebaran 1447 Hijriah. Penurunan ini terlihat dibandingkan puncak pergerakan sehari sebelumnya, meski volume kendaraan masih tergolong tinggi.
Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menyebut tren penurunan ini mengindikasikan mayoritas pemudik telah berangkat lebih awal. Kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi kepadatan kendaraan menjelang hari raya.
"Memasuki H-1 Lebaran, arus kendaraan memang mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya, namun volumenya masih cukup tinggi terutama di jalur utama seperti Karanglo," kata Chelvin, Jumat, 20 Maret 2026.
Baca Juga :
Data Operasi Ketupat Semeru 2026 mencatat, pada Rabu 18 Maret 2026, total kendaraan yang melintas di tiga gerbang tol utama mencapai 42.523 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 20.334 kendaraan keluar Malang dan 22.189 kendaraan masuk.
Memasuki Kamis 19 Maret 2026, jumlah kendaraan turun menjadi 36.270 unit. Rinciannya, 17.219 kendaraan tercatat keluar dan 19.051 kendaraan masuk ke wilayah Malang.
Penurunan mencapai sekitar 6.253 kendaraan dalam kurun waktu satu hari. Meski menurun, arus kendaraan masih didominasi jalur utama Karanglo yang menjadi titik paling padat.
Volume kendaraan di Gerbang Tol Karanglo tercatat paling tinggi dibandingkan titik lainnya. Sementara itu, Gerbang Tol Lawang dan Pakis menyusul sebagai jalur dengan pergerakan cukup signifikan.
Personel bersiaga di sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas. Dokumentasi/ Polres Malang.
Polisi tetap bersiaga di sejumlah titik rawan kepadatan. Pengaturan lalu lintas terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan di saat-saat terakhir.
Polres Malang juga mengingatkan pemudik agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Kondisi fisik pengemudi dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci kelancaran arus mudik.
"Kami tetap siaga penuh dengan menempatkan personel di titik-titik strategis, terutama di pintu tol dan jalur arteri, untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman," ujar Chelvin.
Sementara itu, pengalaman berbeda dirasakan sebagian pemudik yang masih melintas menuju Malang. Arus lalu lintas dinilai tetap ramai, namun cenderung lancar berkat kehadiran petugas di lapangan.
"Perjalanan cukup lancar, walaupun ramai tapi masih bisa bergerak. Kehadiran petugas juga sangat membantu mengurai kepadatan," kata Ahmad, pemudik asal Tangerang. Kenaikan Volume Kendaraan Mencapai 4,87 Persen Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Malang sejak H-10 hingga H-2, dengan lonjakan volume kendaraan di ruas Tol Pandaan–Malang. PT Jasamarga Pandaan Malang mencatat total 524.327 kendaraan melintas pada periode 11–19 Maret 2026 atau naik 4,87 persen dibanding lalu lintas normal.
Kenaikan arus kendaraan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat menuju Malang menjelang Hari Raya Idulfitri. Volume tersebut lebih tinggi dibanding kondisi normal 2026 yang tercatat sebanyak 499.985 kendaraan.
General Manager Operasi PT Jasamarga Pandaan Malang, Muhammad Reza Pahlevi Guntur, memastikan pelayanan tetap optimal di tengah lonjakan arus mudik.
"Volume lalu lintas pengguna jalan tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode normal 2026. Dengan kenaikan ini kami tetap memberikan pelayanan terbaik dan kenyamanan selama masa arus mudik, puncak silahturahmi maupun arus balik, baik dalam pelayanan transaksi digerbang tol, pelayanan lalu lintas dan pelayanan preservasi," ujar Reza.
Distribusi kendaraan tercatat bervariasi di setiap gerbang tol sepanjang ruas Pandaan–Malang. Sejumlah titik mengalami kenaikan signifikan, sementara sebagian lainnya relatif stabil bahkan menurun.
Personel bersiaga di sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas. Dokumentasi/ Polres Malang.
Di Gerbang Tol Purwodadi, kendaraan yang masuk ke Malang tercatat 27.916 unit atau naik 1,7 persen dari normal. Sementara kendaraan keluar mencapai 28.171 unit atau turun tipis 0,2 persen dibanding kondisi normal.
Pergerakan lebih tinggi terlihat di Gerbang Tol Lawang, yang menjadi salah satu akses favorit pemudik. Kendaraan masuk tercatat 28.412 unit atau naik 7,98 persen, sedangkan kendaraan keluar mencapai 34.631 unit atau naik 3,77 persen.
Di Gerbang Tol Singosari, volume kendaraan masuk justru tercatat mengalami penurunan. Tercatat 120.682 kendaraan masuk atau turun 3,86 persen, sementara kendaraan keluar mencapai 113.179 unit atau naik 3,6 persen.
Sementara itu, Gerbang Tol Pakis menunjukkan tren peningkatan di kedua arah lalu lintas. Kendaraan masuk tercatat 31.726 unit atau naik 6,51 persen dan kendaraan keluar mencapai 28.803 unit atau naik 4,31 persen.
Lonjakan paling signifikan terjadi di Gerbang Tol Malang sebagai pintu utama menuju kota. Kendaraan masuk mencapai 60.091 unit atau melonjak 14,1 persen, sedangkan kendaraan keluar tercatat 50.716 unit atau naik 3,17 persen.
Menghadapi puncak arus mudik dan arus balik, Jasamarga mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan prima, kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik, serta beristirahat jika lelah.




