Negara-negara di Eropa belum mau bergerak ke Selat Hormuz meski Amerika Serikat (AS) beberapa kali meminta bantuan. Kini, Italia, Jerman, hingga Prancis bahkan memberi syarat yang harus dipenuhi.
Berdasarkan catatan detikcom, Jumat (20/3/2026), Presiden AS Donald Trump sudah sempat bersuara terkait bantuan negara-negara Eropa di Selat Hormuz pada Senin (16/3) yang lalu. Namun, keesokan harinya, Selasa (17/3), negara-negara di Eropa kompak membantah terkait bantuan di Selat Hormuz.
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat itu menegaskan bahwa Prancis tidak akan berpartisipasi dalam operasi untuk membuka selat dalam konteks saat ini, tetapi setelah situasinya menjadi "lebih tenang," Prancis dapat berpartisipasi dalam "sistem pengawalan" bersama negara-negara lain. Inggris juga menolak permintaan bantuan dari Washington.
Mendengar respons negara-negara di Eropa, khususnya bagian dari NATO, Donald Trump pun berang. Trump mengatakan sebagian besar sekutu AS telah menolak upayanya untuk mengawal kapal melalui jalur laut penting tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya "tidak akan pernah" melakukannya sampai situasinya lebih tenang.
"Saya pikir NATO melakukan kesalahan yang sangat bodoh," kata Trump kepada wartawan saat ia menjamu Perdana Menteri (PM) Irlandia Micheal Martin di Ruang Oval, Gedung Putih.
"Saya sudah lama mengatakan bahwa saya bertanya-tanya apakah NATO akan pernah ada untuk kita. Jadi ini adalah ujian besar."
Namun, Trump bersikeras bahwa Washington siap untuk bertindak sendiri melawan Iran, mengatakan bahwa bahkan sekutu NATO telah setuju bahwa republik Islam tersebut perlu dihadapi terkait program nuklirnya.
"Kita tidak membutuhkan terlalu banyak bantuan. Kita tidak membutuhkan bantuan apa pun," kata Trump.
(maa/maa)





