Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan Idul Fitri 1477 Hijriah atau 2026 lewat kanal Youtube Kemenag RI. Dalam pesannya Nasaruddin mengatakan kemenangan Idul Fitri adalah tentang keberhasilan menjaga nyala api kesalehan.
"Kemenangan Idul Fitri adalah tentang keberhasilan kita menjaga nyala api kesalehan. Puasa yang kita jalani bukanlah sekadar ritual menggugurkan kewajiban atau hanya untuk mengubah jadwal makan. Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial di balik rasa lapar dan dahaga. Tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian kepada mereka yang kekurangan," tutur Nasaruddin dikutip Jumat (20/3).
Nasaruddin meminta umat Islam untuk selalu menjadi orang yang berguna bagi sekitarnya. Jangan sampai semangat Ramadan menguap.
"Kemenangan Idul Fitri adalah momentum untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan. Keberkahan tidak akan datang pada hati yang tertutup, melainkan pada mereka yang tangannya ringan menebar manfaat bagi sekelilingnya. Jangan biarkan semangat Ramadan menguap seiring berakhirnya bulan suci," tuturnya.
"Mari kita bawa disiplin diri, kejujuran, dan kepedulian yang telah kita latih selama sebulan ini ke dalam sebelas bulan ke depan. Jadikan nilai-nilai Ramadan sebagai kompas dalam berinteraksi, bekerja, dan berbangsa," tambah dia.
Di akhir pesannya, Nasaruddin mengucapkan selamat Idul Fitri untuk seluruh masyarakat. Ia juga memohon maaf bila ada kesalahan.
"Di hari yang fitri ini, saya Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan laku yang tidak berkenan," ucapnya.
"Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan berkah, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia tercinta," pungkasnya.





