Seminggu Tak Diangkut, Tumpukan Sampah Meluber di Seberang Stasiun Juanda

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah yang berada di seberang timur Stasiun Juanda meluber hingga ke tepi Jalan Ir Haji Juanda I, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Jumat (20/3/2026).

Tumpukan sampah itu terlihat jelas dari dalam area lantai dasar Stasiun Juanda.

Dari dalam stasiun, tercium bau apek dan kecut yang berasal dari tumpukan sampah tersebut.

Ketika didekati, aroma tak sedap semakin jelas tercium.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, sampah menumpuk hingga setinggi 30 sentimeter (cm).

Baca juga: Hujan Tak Halangi Warga Rayakan Malam Takbiran di Bundaran HI Jakarta

Luas tumpukan sampah sendiri mencapai sekitar dua kali tiga meter, berawal dari bagian ujung utara depan kompleks pertokoan Raffles Square memanjang ke arah selatan.

Mayoritas sampah berupa sisa makanan, kemasan makanan cepat saji, kemasan minuman, bungkus snack, kertas penyimpanan telur, bungkus mi instan, hingga karton susu cair ukuran besar.

Tampak pula puluhan plastik sampah warna hitam besar yang menumpuk hampir di seluruh sisi gundukan sampah.

Sekitar tiga meter dari lokasi sampah yang menumpuk, berjajar berbagai toko minuman, makanan cepat saji hingga kafe yang berada di kompleks pertokoan Raffles Square.

Salah satu petugas keamanan di kompleks pertokoan, Bejo (50) mengatakan, sudah seminggu ini tumpukan sampah tidak diambil oleh truk pengangkut.

Ia mendengar informasi bahwa masih ada kendala di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi.

Baca juga: Rekayasa Lalin Malam Takbiran di Jakarta Bersifat Situasional, Ini Titik dan Rutenya

"Biasanya di sini sampah tidak sampai menumpuk. Karena pojok ini bukan buat TPS (tempat pembuangan sementara)," kata Bejo, saat dijumpai di lokasi, pada Jumat sore.

"Kenapa bisa numpuk begini kan karena sampah dari restoran, dari supermarket, dari kafe setiap hari ada. Biasanya langsung diangkut, ini belum," sambung dia.

Di sisi lain, menurut dia, para pemulung juga mengais tumpukan sampah untuk memilah botol plastik dan botol kaca.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Bejo menduga, aktivitas pemulung juga ikut membuat sampah meluber hingga ke tepi jalan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Mencak-mencak Lagi NATO Ogah Bantu Amankan Selat Hormuz: Pengecut!
• 3 jam laludetik.com
thumb
Cerita Prabowo soal Kebiasaan Pantau Berita dan Isu saat Dini Hari
• 9 jam laluokezone.com
thumb
KBRI di Riyadh hingga UEA Tak Gelar Salat Id Berjamaah Imbas Konflik Timteng
• 21 jam laludetik.com
thumb
BPBD: Longsor tebing gunung putuskan akses ke KAT Sikundo Aceh Barat
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret, Jasa Marga: Hindari Pulang di Tanggal Itu
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.